Gastin Terpilih sebagai Ketua Delegasi Indonesia pada Program JENESYS 2025 di Jepang
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita, Prestasi & Opini
- Date 12 January 2026
Banjarmasin — Gastin Gabriel Jangkang, mahasiswa program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), terpilih sebagai salah satu dari tujuh delegasi Indonesia dalam program JENESYS 2025 ASEAN–Japan Students Conference, sekaligus dipercaya menjadi ketua delegasi Indonesia.
Keberangkatan para delegasi diawali dengan kegiatan Pre-Departure Training (PDT) yang secara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Dr. Drs. Yohan, M.Si., di Jakarta pada Minggu (10/1/2026). PDT ini bertujuan membekali peserta dengan kesiapan pengetahuan, etika, serta mental sebelum mengikuti program internasional di Jepang.
Gastin terpilih melalui proses seleksi nasional yang ketat pada akhir 2025, berdasarkan kriteria yang ditetapkan pemerintah Jepang. Selain kemampuan akademik, seleksi juga mempertimbangkan kecakapan komunikasi internasional, kepemimpinan, serta kapasitas delegasi dalam menyuarakan gagasan di ruang publik global. Kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai ketua delegasi mencerminkan kapasitas kepemimpinan dan potensi global mahasiswa ULM.
“Ini adalah amanah sekaligus kesempatan untuk menempa spirit kepemimpinan. Selama di Jepang saya ingin mendalami isu perubahan iklim, teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan kedokteran,” ujar Gastin.
Program JENESYS 2025 akan dilaksanakan secara luring di Tokyo pada 13–20 Januari 2026, dengan melibatkan delegasi dari negara-negara ASEAN dan Jepang. Selama kegiatan, peserta akan mengikuti diskusi tematik dan pertukaran gagasan mengenai pendidikan dan teknologi digital, perubahan iklim dan pengendalian bencana, startup, serta kolaborasi internasional, yang selaras dengan isu global dan Sustainable Development Goals (SDGs). Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan kehormatan, studi lapangan, dan program homestay untuk memperdalam pemahaman budaya dan sistem sosial Jepang.
Dalam arahannya, Dr. Yohan menekankan pentingnya peran delegasi sebagai duta bangsa. Ia mendorong peserta untuk menampilkan performa terbaik, membangun jejaring internasional, serta menjaga nama baik Indonesia melalui pendekatan soft diplomacy. Para delegasi juga diwajibkan menghasilkan Post Program Innovation (PPI) sebagai bentuk kontribusi nyata setelah kembali ke tanah air.
Partisipasi mahasiswa ULM dalam forum internasional ini menunjukkan bahwa minat, bakat, dan keahlian mahasiswa ULM mampu bersaing di tingkat global. Kepercayaan yang diraih Gastin Gabriel Jangkang sekaligus mempertegas komitmen Universitas Lambung Mangkurat dalam mendukung pengembangan kepemimpinan, wawasan internasional, dan kontribusi mahasiswa terhadap isu-isu strategis dunia.




Next post
