Rektor ULM Hadiri Rapat Pembahasan Peta Areal Kerja PBPH Mangrove
Bekasi – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Direktorat Bina Usaha Pemanfaatan Hutan, menggelar rapat pembahasan dan penyiapan Peta Areal Kerja (Working Area/WA) Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) bersama Koperasi Berkah Wasaka Mandiri,yaitu Koperasi yang didirikan oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Jumat (9/1/2026), bertempat di Avenzel Hotel & Convention, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, SE., M.Si. selaku Rektor ULM, didampingi Prof. Dr. Ir. Syarifuddin Nuryadin, S.E., M.Si., serta Kepala UPA Lingkungan Lahan Basah ULM Dr.Eng. Maya Amalia, S.T., M.Eng. Turut hadir Ketua Koperasi Berkah Wasaka Mandiri, yakni Noer Komari, S.Si., M.Kes. dan Prof. Ichsan Ridwan, S.Si., M.Kom.
Rapat ini membahas penyiapan dan verifikasi Peta Areal Kerja PBPH, khususnya untuk pengelolaan kawasan mangrove di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pembahasan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut pemenuhan komitmen perizinan PBPH guna mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi multipihak.
Dalam sambutannya, Rektor ULM menyampaikan bahwa tujuan ULM mengajukan pengelolaan kawasan mangrove adalah dalam rangka pengembangan ekosistem berkelanjutan, khususnya mangrove, yang didukung oleh dunia pendidikan. Melalui keterlibatan perguruan tinggi, diharapkan dapat lahir satu model pengelolaan mangrove yang ideal dan sesuai dengan harapan bersama.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa kawasan mangrove di Kabupaten Kotabaru direncanakan akan dikembangkan sebagai Laboratorium Mangrove Tropis Indonesia, yang berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengembangan mangrove. Upaya ini sejalan dengan visi Universitas Lambung Mangkurat, yaitu ULM Unggul (Excellent) di Lingkungan Lahan Basah.
Rektor ULM juga menegaskan bahwa kehadiran ULM di kawasan mangrove merupakan bentuk empowering education, di mana pendidikan berperan aktif dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan mangrove. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan, diharapkan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat sekitar mangrove secara signifikan, bahkan ditargetkan mencapai minimal 100 persen.
Rapat dipimpin oleh Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan dan diikuti oleh para pemangku kepentingan terkait. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan menghasilkan berbagai masukan teknis sebagai dasar penyempurnaan Peta Areal Kerja PBPH pengelolaan mangrove di Kalimantan Selatan.






Previous post
Mahasiswa ULM Asah Soft Skill dan Kepemimpinan Diri melalui Program Seven Habits
Next post

