Rektor ULM Ingatkan Calon Mahasiswa Teliti Peluang Program Studi pada SNBT 2025
Banjarmasin — Menjelang pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si. mengimbau para calon mahasiswa untuk lebih cermat dalam memilih program studi (prodi) yang diminati.
Prof. Alim menekankan pentingnya memahami peluang pada setiap prodi dengan memperhatikan daya tampung dan jumlah pendaftar pada tahun-tahun sebelumnya.
“Jangan asal memilih. Perhatikan baik-baik kuota yang tersedia dan tingkat persaingannya,” ujar Prof. Alim
Dalam SNBT 2025, peserta dapat memilih maksimal empat program studi dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN). ULM sendiri menyediakan 3.550 kursi untuk jalur SNBT, yang seleksinya dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Kuota ini menjadi yang terbesar dibandingkan jalur lainnya, yakni minimal 40 persen dari total penerimaan mahasiswa baru ULM sebanyak 7.512 orang pada tahun akademik 2025/2026.
Selain SNBT, ULM juga membuka jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dengan minimal 1.929 kursi (20 persen), serta jalur seleksi mandiri untuk maksimal 2.033 kursi (30 persen).
Prof. Alim mengungkapkan, sejumlah program studi di ULM memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat. Misalnya, Program Studi Teknologi Informasi yang hanya menyediakan 30 kursi, namun diminati lebih dari 700 pendaftar setiap tahun. Program Studi Farmasi dengan daya tampung 40 kursi juga diperebutkan oleh lebih dari 800 calon mahasiswa.
Sementara itu, Program Studi Kedokteran menjadi salah satu yang paling favorit, dengan daya tampung 75 orang namun diminati oleh lebih dari 1.300 pendaftar. Selain itu, prodi lain seperti Ilmu Komputer, Teknik Pertambangan, Kedokteran Gigi, Psikologi, dan Kesehatan Masyarakat juga termasuk dalam kategori persaingan ketat.
Untuk jenjang Diploma Tiga (D3), prodi Perpajakan dan Akuntansi juga mencatatkan peminat yang sangat tinggi, masing-masing menarik lebih dari seribu pendaftar setiap tahun.
Melihat tingginya animo tersebut, Prof. Alim kembali mengingatkan pentingnya strategi dalam memilih program studi agar peluang diterima semakin besar.
“Kenali dan pahami tren pendaftar di setiap program studi. Dengan begitu, calon mahasiswa dapat memetakan peluang dan membuat keputusan yang lebih bijak,” pungkasnya.

