Kuliah Tamu ULM Bahas Kemitraan Indonesia, Belanda, dan Uni Eropa di Tengah Dinamika Global
BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Kuliah Tamu bertajuk “Indonesia, the Netherlands and the EU: Stable, Reliable and Predictable Partnerships in Turbulent Times”, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Lecture Theater FISIP ULM, Banjarmasin.
Turut hadir Edwin Arifin, Senior Policy Advisor of the Embassy, Ketua LPPM Agung Nugroho, S.TP, M.Sc, Ph.D, Utami Irawati, Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional ULM, Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc., serta Dr. Mahyuni, S.Sos., M.AP., Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ULM.
Kuliah tamu menghadirkan Adriaan Palm, Deputy Head of Mission, Embassy of the Kingdom of the Netherlands to Indonesia, ASEAN, and Timor-Leste, sebagai narasumber. Kehadiran perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda tersebut memberikan perspektif mengenai hubungan Indonesia, Belanda, dan Uni Eropa dalam menghadapi dinamika serta berbagai tantangan global.
Melalui tema yang diangkat, kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi sivitas akademika ULM untuk memahami pentingnya hubungan kemitraan yang stabil, dapat diandalkan, dan dapat diprediksi di tengah kondisi global yang terus mengalami perubahan.
Dalam pemarannya, Adriaan Palm juga mendorong mahasiswa untuk melihat hubungan internasional tidak hanya dari perspektif antarpemerintah, tetapi juga melalui peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di berbagai bidang.
Kuliah tamu ini sekaligus menjadi bagian dari upaya ULM dalam memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu global serta memperkuat jejaring dan hubungan kerja sama internasional. Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai dinamika hubungan Indonesia dengan Belanda dan Uni Eropa.
Melalui kegiatan akademik semacam ini, ULM terus mendorong sivitas akademika untuk terbuka terhadap perkembangan global serta membangun perspektif yang kritis dalam memahami berbagai isu internasional.


