PKL Mahasiswa Kehutanan ULM Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi Lapangan dan Jiwa Survival
Banjarbaru– Kegiatan Praktik Kerja Lapang Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akhirnya segera berakhir pada Minggu (12/7/26) sejak pembukaan yang dilaksanakan pada 3 Juli yang lalu. Kegiatan yang dilaksanakan oleh ke-287 mahasiswa Fakultas Kehutanan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) ini berlangsung dengan lancar. Mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan PKL selama 10 hari yang terbagi menjadi 9 kelompok besar.
Salah satu mahasiwa PKL, Fitra Ramadhan Noor, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKL dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung di lapangan. “Hari pertama diisi dengan kegiatan pembukaan dan pengarahan, sedangkan hari kedua difokuskan pada berbagai praktik lapangan, termasuk praktik penyuluhan kehutanan dan penggunaan berbagai peralatan yang umum digunakan dalam kegiatan kehutanan” ucapnya
Salah satu materi yang diberikan adalah penggunaan alat ukur seperti teodolit yang digunakan dalam kegiatan pengukuran di lapangan. yaitu alat ukur yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan vertikal dalam kegiatan survei dan pemetaan lapangan. Penguasaan alat ini menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki mahasiswa kehutanan dalam mendukung kegiatan pengukuran dan pemetaan kawasan hutan
Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun kekompakan dan kerja sama antarmahasiswa selama menjalani aktivitas di lapangan.
Ketua Pelaksana PKL sekaligus Ketua Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan ULM, Ir. Fonny Rianawati, M.P., mengatakan bahwa pelaksanaan PKL tahun ini memiliki karakteristik berbeda karena telah menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE), yang menitikberatkan pada pencapaian kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar yang nyata.
“Secara keseluruhan pelaksanaan PKL berjalan dengan lancar dan sesuai pedoman yang telah ditetapkan. Dengan penerapan kurikulum OBE, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui praktik langsung di lapangan,” jelasnya.
Menurut Fonny, PKL merupakan sarana penting untuk mengintegrasikan teori yang telah diperoleh di ruang kuliah dengan praktik di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep kehutanan, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu tersebut dalam kondisi nyata.
“Kami berharap PKL ini dapat membentuk mahasiswa yang benar-benar menjiwai bidang kehutanan. Mereka tidak hanya menguasai materi dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan bertahan hidup (survival) di alam. Bekal inilah yang nantinya akan menjadi modal penting ketika mereka lulus dan terjun sebagai profesional di bidang kehutanan,” tutupnya

