ULM Siapkan Calon Guru Berwawasan Internasional Lewat SEA-Teacher
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dengan mempersiapkan mahasiswa agar mampu berkiprah di tingkat global. Melalui tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), ULM menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan peningkatan kemampuan komunikasi dan adaptasi bagi mahasiswa FKIP sebagai persiapan mengikuti Program SEA-Teacher.
Kegiatan yang berlangsung dari Juni hingga September 2025 ini dilaksanakan dalam skema Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) 2025 dan ditujukan bagi mahasiswa FKIP ULM yang berminat mengikuti SEA-Teacher Program, sebuah program pertukaran mahasiswa calon guru di kawasan Asia Tenggara di bawah koordinasi SEAMEO. Sebanyak 15 mahasiswa terpilih mengikuti pelatihan setelah melalui proses seleksi berdasarkan komitmen dan motivasi.
Ketua Tim PkM FKIP ULM, Emma Rosana Febriyanti, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan utama yang kerap dihadapi mahasiswa ketika mengikuti program internasional, terutama terkait kemampuan komunikasi bahasa Inggris dan kesiapan beradaptasi di lingkungan pendidikan multikultural. Menurutnya, mahasiswa FKIP ULM memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional, namun perlu didukung dengan persiapan yang matang dan terarah. Pelatihan ini dihadirkan sebagai bentuk pembekalan komprehensif agar mahasiswa lebih siap menghadapi dinamika pembelajaran lintas negara.
Pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni penguatan komunikasi bahasa Inggris, adaptasi budaya, dan pengembangan soft skills. Pada aspek komunikasi, mahasiswa dibekali kemampuan speaking, public speaking, microteaching, serta penyusunan lesson plan dan laporan akademik dalam bahasa Inggris melalui metode role play, storytelling, debat, dan simulasi mengajar. Sementara itu, penguatan adaptasi budaya dilakukan melalui pengenalan sistem pendidikan negara tujuan, simulasi pembelajaran lintas budaya, serta diskusi bersama alumni SEA-Teacher dan pengajar berpengalaman.
Sejalan dengan kebutuhan pembelajaran global, ULM juga membekali peserta dengan keterampilan pemanfaatan teknologi pendidikan. Mahasiswa dilatih menggunakan Learning Management System (LMS), media presentasi interaktif, serta berbagai aplikasi pembelajaran digital yang lazim diterapkan di sekolah internasional.
Anggota Tim PkM FKIP ULM, Raisa Fadilla, menambahkan bahwa seluruh peserta mendapatkan pendampingan intensif dari dosen mentor selama program berlangsung. Pendampingan ini dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan kemampuan bahasa, kesiapan mengajar, serta adaptasi budaya mahasiswa. Hasil evaluasi melalui pre-test, post-test, dan simulasi mengajar menunjukkan peningkatan signifikan pada kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi mahasiswa, sekaligus kesiapan mereka untuk mengikuti program internasional.
Melalui keterlibatan dosen lintas program studi FKIP ULM, kegiatan ini menegaskan peran aktif Universitas Lambung Mangkurat dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta menyiapkan calon pendidik berwawasan global. Upaya ini menjadi bagian dari strategi ULM untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi di kancah internasional.

