Revitalisasi Bahasa Daerah Antar Gastin Jadi Juara Nasional Esai ITK 2025
Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Gastin Gabriel Jangkang, mahasiswa program profesi dokter ULM, berhasil meraih Juara I National Essay Writing Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Kalimantan (ITK) pada 6 Oktober–15 November 2025. Kompetisi ini mengusung tema besar “Embracing Global Community through Language and Technology”, yang menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan teknologi bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan global.
Ajang yang diikuti hampir 200 peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti UGM, USU, dan sejumlah kampus besar lainnya, terdiri atas dua tahapan utama, yaitu penulisan esai dan pidato final.
Pada tahap penulisan esai, peserta dikumpulkan secara daring via Zoom dan hanya diberi waktu 60 menit untuk menulis esai akademik berbahasa Inggris tanpa bantuan referensi apa pun. Gastin menulis esai dengan topik tentang pemanfaatan teknologi modern untuk revitalisasi bahasa daerah yang terancam punah. Tulisan Gastin yang sistematis dan solutif mengantarnya masuk 6 besar dan lolos ke babak final.
Pada babak final yang digelar via Zoom, Gastin menyampaikan pidato berdurasi 7 menit yang merangkum gagasan dalam esainya. Meski memasuki final sebagai peringkat keenam, babak ini dinilai ulang dari awal berdasarkan performa pidato semata—sehingga menjadi peluang terbuka bagi seluruh finalis.
Dengan persiapan intensif selama satu minggu, penggunaan media presentasi yang efektif, serta penguasaan topik yang kuat, Gastin berhasil memikat perhatian dewan juri yang terdiri dari ahli bahasa dan akademisi, termasuk satu juri dari London, Inggris.
Hasilnya, Gastin dinobatkan sebagai Juara I dan menerima piala bergilir serta pembinaan lanjutan sebagai bentuk apresiasi.
Esai Gastin mendapat apresiasi khusus dari dewan juri karena menawarkan solusi konkret dan adaptif melalui tiga langkah revitalisasi bahasa daerah berbasis teknologi, yaitu:
- Pembangunan database digital yang merekam kosakata, tata bahasa, serta konteks budaya.
- Pemanfaatan teknologi imersif seperti metaverse atau aplikasi interaktif untuk menciptakan pengalaman belajar bahasa daerah yang menyenangkan dan relevan bagi generasi muda.
- Pelibatan masyarakat, termasuk influencer lokal, untuk memperluas penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari dan ruang digital.
Para juri menyampaikan bahwa gagasan ini memiliki potensi kuat untuk diimplementasikan dan berkontribusi pada pelestarian bahasa daerah di era digital.
Prestasi Gastin menjadi bukti bahwa mahasiswa ULM memiliki kapasitas unggul dalam berpikir kritis, berkomunikasi dalam bahasa internasional, dan memanfaatkan teknologi untuk isu kebudayaan dan sosial. Ini sejalan dengan tujuan kompetisi, yakni mengasah kemampuan mahasiswa menulis esai akademik yang logis dan persuasif serta mendorong mereka menggali hubungan antara bahasa dan teknologi dalam menghadapi tantangan era global.
ULM menyambut bangga pencapaian ini dan menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong pengembangan minat, bakat, serta kompetensi akademik dan non-akademik mahasiswa. Melalui pendampingan, peningkatan kualitas pembinaan, dan pembukaan akses terhadap kompetisi nasional maupun internasional, ULM terus menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, berprestasi, dan membawa nama baik universitas ke tingkat yang lebih tinggi.
Prestasi Gastin bukan hanya menjadi kebanggaan ULM, tetapi juga inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berani berkompetisi, mengeksplorasi ide, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa di era global.

