Nurhalisa Wibawa Terpilih sebagai Duta Kesehatan Intelegensia Putri 2025: Wujud Komitmen ULM dalam Mendorong Prestasi dan Advokasi Kesehatan Generasi Muda
Banjarmasin, 27 November 2025 – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Nurhalisa Wibawa, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan angkatan 2023, berhasil terpilih sebagai Duta Kesehatan Intelegensia Putri 2025 pada ajang Anugerah Duta Kesehatan Indonesia, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Bali bekerja sama dengan DPD RI pada 14–16 November 2025.
Ajang ini menjadi ruang kompetitif tingkat nasional yang mempertemukan peserta dari berbagai provinsi untuk mempresentasikan gagasan, inovasi, dan program advokasi kesehatan yang mereka gagas. Dengan atmosfer persaingan yang ketat dan peserta yang datang dari latar belakang kesehatan berbeda, keberhasilan Nurhalisa menjadi bukti kuat kapasitas mahasiswa ULM dalam berpikir kritis, peduli isu kesehatan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam kompetisi ini, Nurhalisa mengusung program kerja berjudul “Tour to Tim Sekaba: Edukasi DBD untuk Anak-Anak.” Program ini dirancang sebagai model edukasi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ramah anak dengan menggunakan pendekatan interaktif melalui permainan, ilustrasi visual, hingga sesi tanya jawab. Metode ini dipilih agar anak-anak dapat memahami bahaya DBD serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.
Selama dua bulan persiapan, Nurhalisa menyusun konsep, membuat media edukasi, berlatih penyampaian materi, hingga melakukan uji coba langsung kepada anak-anak untuk memastikan efektivitas metode. Hasil kerja keras tersebut membawanya tampil percaya diri di hadapan dewan juri nasional.
Di balik pencapaian ini, Nurhalisa menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari menyederhanakan konsep kesehatan yang kompleks menjadi materi yang mudah dicerna anak-anak, hingga mengatur waktu antara persiapan lomba, perkuliahan, dan kegiatan lain. Menghadapi juri tingkat nasional juga menjadi tantangan tersendiri.
Namun, dengan latihan konsisten, manajemen waktu yang baik, serta dukungan lingkungan sekitar, ia berhasil melewati semuanya dan tampil optimal di panggung nasional.
Perjalanan Nurhalisa dalam kompetisi ini tidak terlepas dari dukungan Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan dan IDUKES Kalsel, yang memberikan pendampingan berupa bimbingan substansi materi, teknik penyampaian, serta dukungan administratif. Kolaborasi ini memperkuat kualitas program yang ia bawa sekaligus memastikan penyampaiannya efektif untuk sasaran edukasi anak-anak.
Bagi Nurhalisa, mengikuti ajang ini adalah pengalaman yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memperkaya wawasan. Ia bertemu peserta dari berbagai daerah dengan program inovatif, belajar tentang advokasi kesehatan, dan memahami cara menyampaikan isu kesehatan secara inklusif kepada masyarakat.
Momen paling berkesan baginya adalah ketika ia berhasil menyampaikan presentasi dengan penuh keyakinan dan kebanggaan sebagai perwakilan Kalimantan Selatan.
Prestasi ini menegaskan komitmen ULM untuk terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi, inovasi, serta bakat kepemimpinan di berbagai bidang, termasuk kesehatan masyarakat. Dukungan ULM yang tercermin dalam pembinaan, pendampingan, dan ekosistem akademik yang kondusif menjadi fondasi penting bagi mahasiswa untuk berprestasi di tingkat nasional.
ULM percaya bahwa keberhasilan Nurhalisa bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. ULM akan terus mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, peduli, dan berdaya saing—mereka yang mampu membawa perubahan positif untuk daerah, bangsa, dan dunia.

