Panen Raya Bandeng ULM: Komitmen Kampus Berdampak bagi Lingkungan dan Masyarakat
Teluk Tamiang, Kotabaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar kegiatan Panen Raya Bandeng pada Minggu (15/6/2025) di Desa Teluk Tamiang, Kabupaten Kotabaru. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam mendukung pemanfaatan sistem silvofishery yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta sebagai bentuk komitmen ULM dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, M.Si., IPU., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Muhamad Rusmin Nuryadin, SE., M.Si, serta Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ULM.
Turut hadir pula Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kotabaru, Sarawani, S.Pi., MP., serta Kepala Desa Teluk Tamiang, Hendra.
Dalam sambutannya, Sarawani menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan panen raya ini. Ia menekankan pentingnya memperjelas status kawasan tambak di Teluk Tamiang agar pengembangan ke depannya bisa berjalan optimal.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan siap mendukung pengembangan tambak di Teluk Tamiang. Namun, perlu kepastian terkait status kawasan tersebut. Kami berharap ULM dapat membantu membuatkan peta kawasan untuk pengembangan tambak,” ujarnya.
Kepala Desa Teluk Tamiang, Hendra, juga mengucapkan terima kasih kepada ULM atas perhatian dan pendampingan yang terus dilakukan. Ia berharap tambak-tambak yang telah lama tidak aktif dapat dihidupkan kembali.
“Tambak-tambak di Teluk Tamiang sudah sekitar 20 tahun tidak aktif. Semoga kali ini bisa kembali produktif dan membawa manfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Panen raya ini secara resmi dibuka oleh Dr. Arief Rahmad Maulana Akbar, yang sekaligus menyampaikan apresiasi kepada kelompok pengelola tambak bandeng dan Unit Penunjang Akademik Lingkungan Lahan Basah (UPA LLB) ULM.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh tim. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari pemerintah desa maupun kabupaten, terutama dalam kaitannya dengan pengelolaan kawasan PBPH Mangrove yang akan dikelola oleh ULM,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk lingkungan dan ekonomi pesisir.






Previous post
Pengabdian Mahasiswa Faperta ULM: Mengembangkan Potensi Lokal untuk Pertanian Berkelanjutan
Next post
