ULM Hadiri EduData Summit 2025 di Singapura, Dorong Internasionalisasi Kampus Melalui Inovasi Data
Singapura — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) turut ambil bagian dalam EduData Summit 2025 yang mengusung tema “Connecting EduData: Aligning Data Science, Skills and Innovation” di Marina Bay Sands Expo and Convention Center, Singapura, pada 4–5 Juni 2025. Delegasi ULM dipimpin langsung oleh Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Muhammad Rusmin Nuryadin, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc., serta Ketua Lambung Mangkurat Reputation Management (LMRM), Dr. Mutiani, M.Pd.
EduData Summit 2025 menjadi ajang pertemuan penting bagi para pimpinan universitas, peneliti, dan pengambil kebijakan pendidikan dari berbagai negara. Acara ini diselenggarakan oleh American University of The Middle East (AUM) sebagai tuan rumah.
Acara ini dihadiri berbagai institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia. Sejumlah institusi ternama seperti Macau University of Science and Technology, INTI University, Dubai University, dan universitas lainnya. Ada juga beberapa kampus unggulan Indonesia yang hadir, seperti Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom Bandung) juga turut berpartisipasi.
Kehadiran ULM dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya strategis kampus dalam membangun jejaring global, khususnya dalam bidang pengelolaan data pendidikan (edudata), sains data, dan inovasi pengembangan institusi.
“Kami ingin menggali lebih dalam bagaimana QS Ranking berdampak terhadap arah dan strategi pengembangan institusi, serta apa saja tantangan global yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam mencapai standar internasional,” ujar Dr. Mutiani, Ketua LMRM ULM.
EduData Summit tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaring kerja sama lintas negara dan memperluas wawasan tentang tren pasar pendidikan global. Hal ini sejalan dengan komitmen ULM dalam mengejar status World Class University (WCU), sebagaimana diukur melalui indikator QS (Quacquarelli Symonds).
Melalui partisipasi ini, ULM berharap dapat memperkuat kapasitas institusionalnya dalam hal:
- Pengembangan sistem edudata berbasis sains data,
- Penyelarasan keterampilan dengan kebutuhan global,
- Pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan institusi,
- Dan peningkatan reputasi akademik di tingkat internasional.
Kehadiran ULM dalam forum internasional seperti EduData Summit menjadi bagian dari langkah konkret untuk membangun daya saing global kampus dalam rangka mendorong ULM menjadi World Class University. ULM berupaya untuk tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu tampil dalam peta pendidikan tinggi dunia. Melalui data dan inovasi, ULM memperkuat reputasi dan kontribusi ULM dalam menjawab tantangan global.
ULM akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan menyusun strategi kerja sama internasional, penguatan sistem data institusi, serta penyesuaian indikator kinerja lembaga yang selaras dengan standar global. Kolaborasi yang terbangun di EduData Summit juga diharapkan membuka peluang magang internasional, pertukaran akademik, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Semoga partisipasi ini menjadi titik awal akselerasi ULM menuju universitas berkelas dunia yang relevan, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Dr. Mutiani.



Previous post

