Workshop PKM ULM 2025: Membentuk Ekosistem Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa
Banjarmasin — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus mendorong peningkatan kualitas Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan menyelenggarakan Workshop Strategi Pendampingan PKM bagi Dosen pada Minggu, 18 Mei 2025. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan Dr. Med. dr. Indwiani Astuti, penggiat PKM dari Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai narasumber utama.
Acara ini dimoderatori oleh Utami Irawati, dosen Kimia FMIPA ULM, serta dibuka secara resmi oleh Dr. Muhammad Abdan Shadiqi, S.Psi., M.Si., selaku perwakilan dari Pokja Prestasi Universitas Lambung Mangkurat. “PKM adalah tantangan dan sekaligus prestasi bagi ULM. Kita sudah berada pada klaster 1, dan saat ini tercatat sudah ada sekitar 280 proposal dari total 310 usulan yang masuk. Tahun ini kita fokus mengejar kualitas, bukan sekadar kuantitas, dan mendorong seluruh skema dan fakultas ikut serta,” ujar Dr. Abdan dalam sambutannya.
Dalam sesi pemaparannya, Dr. Indwiani Astuti membahas secara komprehensif teknik penilaian proposal PKM, strategi pendampingan yang efektif, serta pentingnya pemahaman dosen dalam mendampingi mahasiswa sejak tahap awal penyusunan proposal hingga implementasi program.
Dr. Indwiani juga menjelaskan bahwa terdapat 9 karakteristik utama program PKM, antara lain:
- Bersifat Kompetitif
- Kuota berdasar peringkat PT aspek kegiatan mahasiswa(klaster)
- Tema disesuaikan setiap tahun
- Ditawarkan setiap tahun
- Ditujukan bagi mahasiswa Strata 1, Diploma dan Sarjana Terapan
- Luaran spesifik setiap program
- Pelaksanaan 3-4 bulan
- Penyelenggara Direktorat Belmawa
- Diakhiri dengan PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional)
“PKM bukan hanya kompetisi, tapi ekosistem pembelajaran kreatif. Ini program yang bertahan di tengah banyaknya kebijakan kampus merdeka yang berubah, karena terbukti memberi manfaat besar bagi mahasiswa, kampus, dan masyarakat,” jelas Dr. Indwiani.
Workshop ini menjadi bagian dari strategi ULM untuk meningkatkan peran aktif dosen dalam mendampingi mahasiswa agar menghasilkan proposal yang tidak hanya inovatif tetapi juga sesuai dengan standar nasional. Selain memberikan pemahaman teknis penilaian internal di tingkat perguruan tinggi, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi dan refleksi atas praktik pendampingan selama ini.
Kegiatan ini semakin relevan mengingat pada tahun 2024 tercatat sebanyak 41.875 proposal PKM diajukan di seluruh Indonesia, dengan 4.594 ide kreatif berhasil mendapatkan pendanaan dan insentif, serta lebih dari 2,3 juta mahasiswa mengikuti topik PKM.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Universitas Lambung Mangkurat berharap dapat memberikat kontribusi maksimal untuk memperkuat budaya ilmiah dan inovasi di kalangan mahasiswa melalui kolaborasi erat antara dosen pembimbing dan unit pendukung.
Melalui pendampingan yang berkualitas dan sistematis, diharapkan ULM dapat melahirkan karya-karya PKM unggulan yang tidak hanya lolos seleksi pendanaan tetapi juga mampu berbicara banyak di tingkat nasional, khususnya dalam ajang PIMNAS tahun ini.

