Rektor dan Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalsel Dukung Digitalisasi Jelang Pomnas XVIII
Banjarmasin – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu metode pembayaran nontunai yang populer di tengah masyarakat. Melalui pembayaran berbasis QRIS seseorang tidak perlu takut apabila tidak membawa atau kekurangan uang tunai di dalam dompetnya. Hanya dengan menggunakan gawai, semua transaksi dengan mudah dapat dilakukan terutama pembayaran berbasis QRIS asalkan para pengguna gawai sudah memiliki akun mobile banking yang aktif. Penggunaan QRIS sudah banyak ditemui di berbagai tempat, seperti di berbagai macam toko (restoran, supermarket, dll) tempat wisata, bahkan untuk berdonasi pun sudah bisa menggunakan metode pembayaran ini.
QRIS adalah standar kode QR nasional yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019. Tujuan QRIS adalah memfasilitasi pembayaran menggunakan kode QR di Indonesia dengan cara yang mudah, cepat, dan aman. Semua Penyelenggara sistem pembayaran diwajibkan menerapkan QRIS jika ingin menggunakan QR code pembayaran. Dengan QRIS, semua aplikasi pembayaran dari penyelenggara, baik bank maupun nonbank, dapat digunakan di berbagai tempat. Manfaat lainnya dari penggunaan QRIS adalah transaksi pembayaran menjadi mudah dan cepat. Para pembeli atau pengguna layanan QRIS tidak perlu repot untuk membawa uang cash dan menunggu uang kembalian, semua sudah dirancang agar aktifitas yang kita lakukan bisa diselesaikan dalam satu genggaman, lalu tingkat keamanan juga tinggi, karena QRIS dirancang dengan standar keamanan yang tinggi, memudahkan pedagang dalam menerima pembayaran non tunai dari berbagai aplikasi embayraan yang didukung, dan pastinya lebih praktis.
Maka dari itu, Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatamn Wahyu Pratomo juga berusaha untuk mewujudkan implementasi penggunaan QRIS di lingkungan kampus Universitas Lambung Mangkurat dengan melakukan audiensi dengan Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad, S.E., M.Si pada Selasa (12/09/2023). Terlebih ULM memiliki Sumber Daya Manusia yang memungkinkan untuk menyukseskan metode pembayaran berbasis QRIS. Sejalan dengan itu menurut Rektor, pertemuan in merupakan waktu yang tepat bagi BI dikarenakan sebentar lagi kegiatan POMNAS yang akan mendatangkan setidaknya 10.000 peserta dari seluruh indonesia. Ini menjadi momen yang pas bagi BI untuk bisa memfasilitasi para tenant di acara pelaksanaan POMNAS nantinya dengan fasilitas QRIS sesuai dengan bank yang dimiliki. Beliau juga sangat mengapresiasi penuh harapan dari keinginan yang diwujudkan oleh BI karena merupakan hal positif dan sangat kreatif dalam rangka mendukung dunia digitalisasi yang ada.
Selain itu, BI juga berencana untuk mengadakan seminar nasional terkait dengan program-program yang dicanangkan oleh BI di ULM dengan mendatangkan narasumber dari BI dan OJK dan Komisaris utama Oppo untuk mengedukasi terutama untuk mahasiswa baru yang setidaknya akan menghadirkan 500 peserta dalam acara seminar itu. Pelaksaanan dilakukan di ULM dengan maksud dan tujuan agar mahasiswa yang dianggap sebagai penggerak dapat menginformasikan kembali ke khalayak luas.

