Mr. James Poh Hee Kim (NTU Singapore) Kunjungi Pulau Curiak, ULM Perkuat Komitmen SDGs dan Jejaring Internasional
- Posted by admin
- Categories Berita, Kampus Berdampak
- Date 26 July 2026
Barito Kuala, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan perluasan jejaring internasional melalui penerimaan kunjungan akademisi asal Singapura, Mr. James Poh Hee Kim, di kawasan konservasi Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Mantan Direktur Institutional Statistics dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura tersebut hadir untuk meninjau ekosistem lahan basah, berdiskusi dengan tim konservasi lokal, serta mengeksplorasi potensi kolaborasi riset lintas negara. Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah nyata ULM dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Dalam peninjauan tersebut, Mr. James Poh didampingi oleh Sekretaris Senat ULM Prof. Dr. Hj. Atiek Winarti, M.Pd., M.Sc, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi Dr. Ir. H. Yusuf Azis, M.Si., serta Ketua Tim Reputasi dan Sustainability ULM Dr. Mutiani, S.Pd., M.Pd. Rombongan disambut secara langsung oleh Dr. Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd. yang merupakan Pendiri Sahabat Bekantan Indonesia serta Dosen Pendidikan Biologi FKIP ULM.
Wakil Rektor Dr. Ir. H. Yusuf Azis, M.Si., menjelaskan bahwa Stasiun Riset Bekantan di Pulau Curiak saat ini mengelola area konservasi seluas kurang lebih 10 hektar yang menjadi habitat bagi sekitar 61 ekor bekantan. “Selain perlindungan bekantan, kawasan ini juga menjalankan upaya konservasi biodiversitas untuk pelestarian berbagai jenis flora dan fauna. Pulau Curiak memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat penelitian sekaligus destinasi ekowisata (ecotourism). Kami berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi maupun pihak swasta dapat terus ditingkatkan untuk memperkuat pengembangan kawasan ini,” ujar beliau.
Sementara itu, Mr. James Poh Hee Kim menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan Pulau Curiak sebagai laboratorium alam yang dinilai sangat strategis bagi pusat edukasi ekologi. “This area is a remarkable site for ecotourism and for the study of the proboscis monkey sanctuary. Ideally, every student should have the opportunity to learn here in order to understand the importance of conservation and biodiversity. Further research must be continuously expanded to ensure the protection of the proboscis monkey population in the future,” ucap Mr Poh.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Reputasi dan Sustainability ULM, Dr. Mutiani, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran akademisi internasional ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kancah global universitas. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mempertegas peran ULM terhadap agenda SDGs, tetapi juga membuka peluang kerja sama riset dan publikasi ilmiah bersama mitra mancanegara.
Melalui kegiatan ini, ULM terus mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada riset berbasis keberlanjutan. Keberadaan Pulau Curiak sebagai laboratorium hidup diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memperkuat citra ULM di tingkat internasional.









Previous post
