Eco Craft: Mahasiswa KKN ULM Ajak Pelajar SMP Ubah Sampah Jadi Produk Bermanfaat
Tanah Bumbu, Sampah plastik dan galon bekas yang biasanya dianggap tidak berguna disulap menjadi kerajinan tangan oleh siswa SMP Negeri 4 Satap Kusan Hulu. Kegiatan bertajuk Eco Craft ini digelar oleh Mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 11 di Desa Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, Jumat (24/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dua praktik utama, yakni pembuatan gantungan kunci dari tutup botol plastik dan tong sampah dari galon bekas. Sosialisasi dipandu oleh Amelia Deas Putri dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, bersama Norhaidatul Aulia dari Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan.
Amelia menjelaskan bahwa Eco Craft merupakan seni kerajinan tangan yang memanfaatkan barang bekas ramah lingkungan. “Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat. Dalam praktik ini, siswa membuat gantungan kunci dari tutup botol bekas dan tong sampah dari galon,” ujarnya. Sebelum praktik dimulai, siswa diminta mengumpulkan bahan baku sendiri, seperti tutup botol plastik, sehingga mereka belajar langsung dari sampah yang dihasilkan di lingkungan sekitar.
Sebanyak 30 siswa kelas VIII dan IX dibagi menjadi empat kelompok untuk memudahkan praktik. Proses pembuatan gantungan kunci berlangsung selama dua jam, sementara pembuatan tong sampah menghasilkan empat unit yang langsung dimanfaatkan sekolah. Kepala sekolah dan guru turut mendampingi kegiatan, sehingga suasana belajar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.
Menurut Amelia, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama bagi siswa SMP Negeri 4 Satap Kusan Hulu. “Mereka sangat antusias karena baru pertama kali ada kegiatan seperti ini di sekolah. Harapannya, siswa tidak hanya belajar membuat kerajinan, tetapi juga mulai melihat bahwa sampah dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai,” katanya.
Melalui program Eco Craft, mahasiswa KKN ULM berharap kesadaran pelajar terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Dengan pendekatan kreatif, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.



