ULM Bahas Strategi Percepatan Capaian IKU dan Peringkat Global Menuju World Class University
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar kegiatan “Pemaparan Analisis Pemeringkatan IKU, UIGM, QS dan Sosialisasi UI Green Metric” selama dua hari pada 14–15 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Rektorat ULM dan Fakultas Pertanian ULM dengan menghadirkan jajaran pimpinan universitas serta seluruh unit pendukung pencapaian kinerja perguruan tinggi.
Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, M.Si, dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan mendorong akselerasi ULM menuju universitas kelas dunia (World Class University).
“Kalau kita lihat, pada tahun 2023 posisi ULM masih di peringkat 2000-an dunia. Namun kini sudah menembus 1800-an berdasarkan eduranking. Itu capaian yang tidak mudah. Target kita akhir tahun 2025 bisa masuk peringkat 1500 dunia,” tegas Rektor.
Rektor menambahkan bahwa keikutsertaan ULM dalam UI Green Metric menjadi salah satu instrumen percepatan menuju WCU. Oleh karena itu, capaian IKU harus menjadi perhatian semua unit kerja.
Sorotan Kinerja IKU 2024
Dari evaluasi capaian IKU 2024, beberapa indikator menunjukkan kemajuan signifikan, namun masih ada yang memerlukan perhatian khusus:
- IKU 1 (Lulusan Mendapat Pekerjaan Layak): Masih dapat ditingkatkan melalui optimalisasi tracer study. Evaluasi penginputan data serta keterlibatan fakultas yang belum maksimal menjadi fokus perbaikan.
- IKU 2 (Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus): Capaian masih rendah (6,68%) jauh dari target 30%. Rektor meminta adanya evaluasi total oleh WR 1, WD 1, Biro Akademik, dan pimpinan fakultas. Kebijakan internal seperti pertukaran antarprodi, pelibatan mahasiswa di kegiatan wirausaha, dan konversi kegiatan MBKM minimal 10 SKS diharapkan segera diterapkan.
- IKU 3 (Dosen Berkegiatan di Luar Kampus): Mengalami peningkatan menjadi 54,62%. Penguatan diperlukan dalam pelaporan aktivitas dosen di laman SISTER dan PD DIKTI.
- IKU 4 (Praktisi Mengajar di Dalam Kampus): Meningkat jadi 30,77%, namun masih ada dua fakultas yang belum memenuhi target, yaitu FISIP dan FKIP.
- IKU 5 (Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat): Meski menurun, masih di atas target PK Rektor. Publikasi dosen dari hibah penelitian perlu didorong lebih kuat.
- IKU 6 (Program Studi Bekerja Sama dengan Mitra Dunia Usaha dan Industri): Meningkat pesat hingga 89%. Rektor menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama dan validasi kualitas mitra.
- IKU 7 (Kelas Kolaboratif dan Partisipatif): Turun menjadi 47,63% dari tahun sebelumnya. Evaluasi sistem pembelajaran perlu dilakukan agar kualitas pembelajaran kolaboratif meningkat.
- IKU 8 (Program Studi Berstandar Internasional): Tidak mengalami peningkatan sejak 2023. Dibutuhkan dorongan dari program studi unggulan dan kebijakan rektorat yang lebih proaktif.
Rektor juga menekankan bahwa program dan capaian harus selaras dengan semangat Kampus Berdampak sebagaimana arahan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“ULM harus mampu menunjukkan dampaknya. Kita bisa memperkuat kemitraan dengan instansi sektoral seperti Polda, pondok pesantren, dan Pemda. Ini bagian dari menjadikan ULM sebagai model kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, ULM menunjukkan keseriusan dalam menata strategi peningkatan kinerja secara menyeluruh. Perbaikan sistem pelaporan, penyesuaian kebijakan internal, hingga penguatan kolaborasi lintas institusi menjadi bagian penting dalam mendorong ULM naik kelas di kancah nasional maupun global.
Dengan evaluasi dan sinergi yang kuat antar unit, ULM optimistis mampu mencapai target peringkat dunia 1500 besar serta mewujudkan perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.





Previous post
ULM Kukuhkan 40 Dokter Baru dan Spesialis dalam Sumpah Dokter Angkatan ke-94
Next post

