ULM Dorong Akselerasi Menuju Kampus Berkelanjutan Lewat Sosialisasi UI Green Metric
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat langkah strategisnya dalam meningkatkan kualitas kampus dan pencapaian World Class University (WCU) melalui agenda sosialisasi UI Green Metric (UIGM), yang berlangsung pada 14–15 Mei 2025 di Gedung Rektorat ULM dan Fakultas Pertanian.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pemaparan capaian kinerja dan pemeringkatan perguruan tinggi oleh Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, M.Si, yang menekankan pentingnya partisipasi ULM dalam UIGM sebagai salah satu instrumen percepatan menuju peringkat global, seperti QS Ranking.
“ULM pernah menjadi bagian dari UI Green Metric pada tahun 2019, sempat vakum dan kembali aktif di 2024. Hasilnya langsung signifikan, kita berada di peringkat 962 dunia dan peringkat 85 nasional. Ini menunjukkan potensi besar kita, dan bisa terus meningkat jika dilakukan perbaikan,” ungkap Rektor.
UI Green Metric merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang menilai komitmen terhadap pengelolaan kampus berbasis lingkungan dan keberlanjutan. Melalui sosialisasi ini, ULM menegaskan komitmennya untuk membangun kampus yang ramah lingkungan dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Rektor menjelaskan bahwa peningkatan peringkat UIGM membutuhkan strategi yang terstruktur, termasuk penyusunan panduan teknis, program yang terukur, serta dukungan anggaran.
“Kita harus menyusun panduan untuk UIGM ini secara detail. Setiap program dan aktivitasnya memerlukan effort, dan itu tentu berbasis anggaran. Jika belum terlihat di internal, maka kita bisa mencari pendanaan eksternal,” tambahnya.
Rektor juga menyampaikan bahwa UIGM bukan hanya tentang capaian angka, tetapi juga tentang transformasi sistem perencanaan dan pengelolaan kampus yang berkelanjutan. ULM diharapkan mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam operasional kampus sehari-hari, mulai dari pengelolaan energi, air, sampah, transportasi, hingga pendidikan dan riset terkait lingkungan.
Rektor menyebutkan bahwa tim UIGM ULM telah melakukan analisis menyeluruh terkait kekuatan, kelemahan, serta peluang yang dimiliki. Hasil analisis ini akan menjadi dasar penyusunan roadmap ULM menuju kampus hijau dan akselerasi masuk ke pemeringkatan internasional lainnya seperti QS Ranking.
Selain itu, peningkatan indeks riset melalui platform nasional seperti SINTA juga menunjukkan tren positif, dengan posisi yang membaik dari sebelumnya peringkat 45 menjadi 47.
“Semua ini bagian dari satu kesatuan. Upaya peningkatan UIGM akan berdampak pada peringkat QS dan Edurank, karena berhubungan dengan kualitas institusi dan visibilitas global,” tegas Rektor.
Melalui kegiatan ini, ULM menunjukkan komitmennya untuk bertransformasi sebagai kampus berdampak yang berkelanjutan, tidak hanya dari sisi akademik dan riset, tetapi juga dalam tata kelola lingkungan dan sosial.
Keikutsertaan ULM dalam UIGM bukan semata untuk pencapaian ranking, melainkan bagian dari visi besar universitas dalam membentuk ekosistem pendidikan tinggi yang sadar lingkungan dan berorientasi masa depan.
Dengan kerja kolektif seluruh civitas akademika dan dukungan lintas sektor, ULM optimistis dapat meningkatkan peringkat UIGM dan memperkuat posisinya di kancah nasional maupun internasional sebagai kampus hijau unggulan dari Kalimantan.

