ULM Jajaki Kolaborasi Global di Bidang Kesehatan dengan Jepang melalui Kaikoukai–Gakken
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita, Kampus Berdampak, Kerjasama
- Date 15 August 2026
Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjalin pembahasan kerja sama dengan Kaikoukai Healthcare Corporation dan Gakken Medical Support dari Jepang. Fokus utama kerja sama ini adalah penyaluran tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk berkarier di Jepang dengan penekanan pada layanan home care.
Perwakilan Kaikoukai, Abe Kazuya, menegaskan bahwa Jepang sangat membutuhkan tenaga kesehatan berkualitas. Ia berharap ULM dapat menyiapkan mahasiswa dengan kemampuan bahasa Jepang yang memadai agar siap bersaing di dunia kerja internasional. “Kami ingin ULM bisa memberikan pengajaran bahasa Jepang bagi mahasiswa yang berminat, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di Jepang,” ujarnya.
Sementara itu, Ozamu Shimizu dari Gakken Medical Support menyampaikan dukungan melalui program pembelajaran berbasis modul dan e-learning. Program ini akan memperkenalkan standar operasional prosedur (SOP) perawatan lansia di Jepang, sehingga tenaga kerja yang berangkat sudah terbiasa dengan budaya kerja dan tata cara pelayanan sebelum benar-benar terjun di lapangan.
Rektor Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si menyambut baik rencana kerja sama ini. Menurutnya, peluang internasional seperti ini sejalan dengan visi ULM sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan global. Rektor menegaskan bahwa universitas siap mendukung penguatan kurikulum agar mahasiswa dan alumni tidak hanya siap menghadapi tantangan di dalam negeri tapi juga di luar negeri.
Peluang kerjasama ini juga didukung oleh Migrant Center ULM yang diresmikan pada 23 Juni 2026 oleh Menteri P2MI Drs. Mukhtarudin. Sekretaris Migrant Center Mohammad Adhiya Riswandha, S.M., M.B.A., MMgt(Econ) menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian P2MI dan berhasil mendapatkan dua paket program pelatihan caregiver dan bahasa Jepang dengan skema Government to Government (G2G). “Insya Allah kita akan memberangkatkan 40 orang ke Jepang dengan skema dari kementerian. Kami juga melakukan riset terhadap calon pekerja migran, isu yang akan muncul serta pertanyaan tentang kesejahteraan disana ” ungkapnya.
Kepala Prodi Program Studi Keperawatan Ners. Herry Setiawan, S.Kep., M.Kep., M.Kep.  Juga menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti kerja sama ini. Mereka melihat relevansi besar antara kompetensi lulusan keperawatan ULM dengan standar pelayanan kesehatan di Jepang. Prodi dan Fakultas juga membuka peluang memasukkan mata kuliah elektif bahasa Jepang di semester 5, serta memperkuat aspek etika dan budaya kerja dalam pembelajaran.
Ners. Herry juga melihat tantangan yang dihadapi memang terletak pada dukungan orang tua. Meski minat mahasiswa tinggi, keraguan keluarga terkait biaya, kesejahteraan, dan kehidupan di luar negeri sering menjadi penghalang. Untuk menjawab hal ini, Migrant Center berencana menghadirkan alumni atau praktisi yang sudah bekerja di Jepang agar dapat berbagi pengalaman langsung mengenai karier, kesejahteraan, serta kehidupan sosial dan keagamaan di sana. Dengan pendekatan ini, diharapkan orang tua semakin yakin dan mendukung langkah mahasiswa untuk berkarier di Jepang.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya membuka jalur karier internasional bagi lulusan ULM, tetapi juga memperkuat citra universitas sebagai kampus yang peduli, progresif, dan berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia sekaligus masyarakat global.





Previous post
Mahasiswa Farmasi ULM Raih Juara 1 Lomba Poster Ilmiah Internasional The International NursFest 6.0
You may also like
