Ecobrick Jadi Pot Tanaman: Mahasiswa KKN ULM Edukasi Siswi SMKS Kodeco
Tanah Bumbu – Sampah plastik yang kerap dianggap limbah ternyata dapat dimanfaatkan menjadi produk berguna. Hal ini dibuktikan oleh Mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 19 AKSARA, yang bersama siswi SMKS Kodeco Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, mempraktikkan pembuatan pot tanaman berbahan ecobrick, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang praktik Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran diikuti 34 siswi kelas XI. Sebelum praktik, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumbernya, kemudian mendemonstrasikan cara memadatkan sampah plastik ke dalam botol hingga menjadi ecobrick. “Kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat. Setelah edukasi, kami lanjutkan dengan praktik pembuatan pot tanaman dari ecobrick,” ujar Nurhikmah, mahasiswa Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ULM.
Dalam praktik, delapan botol plastik berukuran 600 mililiter yang telah dipadatkan digunakan untuk membentuk satu pot tanaman dengan berat total sekitar 1,6 kilogram. Botol-botol tersebut disusun melingkar, dilubangi pada bagian dasar untuk rangka kawat, lalu direkatkan dengan kabel ties agar kokoh. Bagian dalam pot dilapisi plastik sebagai wadah media tanam. Empat siswi dipilih untuk maju mengikuti demonstrasi langsung, didampingi mahasiswa KKN.
Ketua Kelompok 19 AKSARA, Ahmad Fadhil Azhim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kelompok dalam mengenalkan pengelolaan sampah secara sederhana dan aplikatif. “Melalui ecobrick, kami ingin siswa melihat bahwa sampah plastik masih bisa dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki fungsi,” katanya. Antusiasme siswi terlihat sepanjang kegiatan, terlebih karena praktik ini merupakan pengalaman pertama mereka dalam mengolah sampah plastik menjadi produk berguna. Pot tanaman hasil karya siswa langsung dimanfaatkan sekolah untuk ditempatkan di kelas.
Anggota Kelompok 19 AKSARA KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Desa Gunung Antasari terdiri dari 16 mahasiswa lintas fakultas dan program studi. Mereka adalah Ahmad Fadhil Azhim dan Parni Pratama (FPIK, Sosial Ekonomi Perikanan), Alya Norhaida, Elki Septrila Wijaya, dan Talina Pranoto (FPIK, Manajemen Sumberdaya Perairan), Hasna Ridha Luthfiyani dan Putri Nayla Alifah Kurniawan (FPIK, Ilmu Kelautan), Maulana Malik Ibrahim (FPIK, Perikanan Tangkap), Riyyan Wahyu Nispada (FPIK, Teknologi Hasil Perikanan), serta Norhikmah (FPIK, Akuakultur). Dari Fakultas Kehutanan terdapat Aulia Khairunisa dan Muhammad Madhan, sementara Almas Diya Nathifa mewakili Fakultas Teknik Program Studi Teknik Lingkungan. Dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) hadir Muhammad Nashir (Matematika), Indah Budi Astuti (Farmasi), dan Paquita Sandy Avenani Tarigan (Biologi). Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama kelompok dalam mengedukasi masyarakat dan pelajar mengenai pengelolaan sampah plastik melalui inovasi ecobrick.




