Program SULAP Ajak Siswa SMP Negeri 5 Satu Atap Mantewe Olah Tutup Botol dan Kardus Bekas
Tanah Bumbu – Tutup botol plastik dan kardus bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah disulap menjadi kalender kreatif oleh siswa SMP Negeri 5 Satu Atap Mantewe. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sampah Unggul Layak Jadi Produk (SULAP) yang digelar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKNT-LH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kamis (30/7/2026).
Program SULAP dirancang untuk mengajak pelajar memahami bahwa sampah tidak selalu menjadi limbah, melainkan dapat diolah menjadi produk bernilai guna melalui kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah, kemudian dilanjutkan dengan praktik membuat kalender menggunakan tutup botol plastik dan kardus bekas. Para siswa tampak antusias menuangkan ide kreatif mereka hingga menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tiaraisya Akbar dan Naysila Aswadita, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengubah cara pandang generasi muda terhadap sampah. “Kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas masih memiliki nilai apabila diolah dengan kreativitas. Harapannya, siswa tidak hanya peduli terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan karya dari bahan yang selama ini dianggap tidak berguna,” ujar Tiaraisya.
Selain memberikan pemahaman tentang konsep daur ulang, kegiatan ini juga menekankan pentingnya membangun budaya kreatif di kalangan pelajar. Dengan memanfaatkan bahan sederhana, siswa tidak hanya belajar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengasah keterampilan praktis yang dapat mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Kepala Desa Bulu Rejo, Sutopo, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKNT-LH ULM. Ia berharap program seperti SULAP dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat meski kegiatan KKN telah berakhir. “Kami berharap apa yang sudah diajarkan mahasiswa dapat terus dijalankan secara konsisten sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Melalui program SULAP, mahasiswa KKNT-LH ULM berupaya menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara kreatif dan menyenangkan. Dengan pendekatan edukatif berbasis praktik langsung, diharapkan generasi muda semakin terbiasa melihat sampah sebagai sumber daya yang bisa diolah menjadi produk bermanfaat, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


