Eco Cycle Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berkelanjutan Kurangi Kebiasaan Membakar Sampah
Tanah Bumbu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 4 memperkenalkan program Eco Cycle kepada tokoh masyarakat Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu. Program ini mengajarkan pengelolaan sampah organik melalui praktik sederhana pembuatan kompos dengan media biopori, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Rakyat Desa Sumber Baru ini melibatkan 24 tokoh masyarakat dari sejumlah RT. Mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan dapat diteruskan oleh tokoh masyarakat kepada warga setelah masa KKN berakhir. “Harapannya dengan adanya partisipan dari pihak tokoh masyarakat, kegiatan ini bisa berkelanjutan,” ujar Zaidan Failasufa, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan.
Dalam kegiatan, mahasiswa menyampaikan dua materi utama: pemilahan sampah dan pengelolaan sampah organik. Mereka menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih membakar sampah, lalu memperkenalkan alternatif berupa pemanfaatan sampah organik menjadi kompos melalui biopori.
Biopori digunakan untuk menampung sampah organik yang kemudian mengalami proses penguraian. Mahasiswa menjelaskan bahwa kompos dapat dihasilkan dari campuran 50 persen sampah hijau (sisa rumah tangga) dan 50 persen sampah cokelat (daun kering). Untuk mempercepat proses, mahasiswa juga mengenalkan penggunaan Effective Microorganisms (EM4) sebagai starter bakteri.
“Harapannya pada minggu keempat bahan organik yang dimasukkan ke dalam biopori sudah dapat menghasilkan kompos,” jelas Zaidan.
Kegiatan Eco Cycle diikuti dengan antusias, meski sempat terkendala listrik padam. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait solusi pengelolaan sampah di desa. Bahkan, menurut mahasiswa, beberapa warga sudah mulai menerapkan praktik biopori setelah kegiatan berlangsung.
Respons positif ini dinilai penting karena sebagian besar masyarakat Desa Sumber Baru bekerja sebagai petani. Kompos hasil pengolahan sampah organik dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian.
Nama Eco Cycle merujuk pada konsep daur ulang serta prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program ini tidak hanya membahas sampah organik, tetapi juga memberikan gambaran mengenai pengelolaan sampah anorganik.
Mahasiswa berharap edukasi yang diberikan dapat mendorong masyarakat mengurangi kebiasaan membakar sampah dan mulai menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. “Harapannya masyarakat lebih paham dan mampu perlahan menerapkan pengelolaan sampah organik yang tepat,” kata Zaidan.
Program Eco Cycle digerakkan oleh 16 mahasiswa lintas fakultas, yakni Zaidan Failasufa (FPIK, Teknologi Hasil Perikanan), Agus Pujianto (FPIK, Akuakultur), Muhammad Yasser Karima (FPIK, Ilmu Kelautan), Muhammad Khidhir (FPIK, Perikanan Tangkap), Muhammad Fauzan Ananta, Maya Tahera, dan Nurhaliza Kusuma Wardani (Fakultas Kehutanan), Muhammad Naufal (FMIPA, Statistika), Maulida Nur Safitri (Fakultas Teknik, Teknik Lingkungan), Normala, Felicia Fidia, dan Naila Munawarah (FPIK, Manajemen Sumberdaya Perairan), Noer Mayadha (FPIK, Sosial Ekonomi Perikanan), Zahratun Nufus (FPIK, Ilmu Kelautan), Najma Auralia (FMIPA, Farmasi), serta Norliani (FMIPA, Biologi).





