PilahKarya KKN ULM Ajarkan Siswa Sungai Danau Pemilahan Sampah
Tanah Bumbu – Pertanyaan sederhana “Tahu tidak, sampah yang kita buang itu sebenarnya pergi ke mana?” menjadi pembuka interaksi Noor Cahaya, mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Lingkungan, saat berhadapan dengan siswa SDN 4 Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari PilahKarya, program KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 17 Desa Sungai Danau, yang memadukan edukasi pemilahan sampah dengan workshop pembuatan gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas. Sebanyak 30 siswa dari kelas IV, V, dan VI mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula sekolah.
Selama 20 menit pertama, Cahaya membangun interaksi dengan siswa melalui pertanyaan seputar sampah. Ia menjelaskan perbedaan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) dan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dengan contoh yang dekat dengan keseharian mereka. “TPS itu tempat pembuangan sampah. Kalian biasa lihat truk-truk sampah pagi hari, nah truk itu mengambil sampah di TPS sebelum dibawa ke TPA,” jelasnya.
Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk memastikan siswa memahami penjelasan. Cahaya menilai siswa cukup mampu mengikuti materi. “Alhamdulillah mereka paham aja,” ujarnya.
Setelah Cahaya, giliran Faranesa, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, menyampaikan materi tentang jenis sampah. Ia mengajak siswa mengenali perbedaan sampah organik yang mudah terurai, seperti buah dan nasi, serta sampah anorganik yang sulit terurai, seperti plastik dan hasil olahan pabrik.
Pertanyaan spontan dari siswa, seperti “Kenapa sampahnya bisa bau?”, dijawab Faranesa dengan penjelasan bahwa bau muncul karena sampah bercampur dan dibiarkan berhari-hari. Ia juga memperkenalkan warna tempat sampah: hijau untuk organik dan kuning untuk anorganik, agar siswa lebih mudah membedakan jenis sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah memahami teori, siswa diajak praktik memanfaatkan tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci. Dengan pendampingan mahasiswa, siswa mengikuti proses mulai dari pemilahan bahan, pembersihan, pembentukan, hingga penyelesaian karya.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari materi sebelumnya, sekaligus memperlihatkan bahwa sebagian limbah plastik masih dapat dimanfaatkan. Konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi langsung diwujudkan dalam karya sederhana yang bisa dilakukan anak-anak.
Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa berharap siswa tidak hanya mengetahui perbedaan jenis sampah, tetapi juga mulai terbiasa memilah sampah di sekolah maupun di rumah. Pertanyaan polos siswa, seperti “sampah dibuang ke mana?” atau “kenapa sampahnya bau?”, menunjukkan rasa ingin tahu yang menjadi pintu masuk untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini.
Program PilahKarya diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pemilahan sampah, menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta mendorong kreativitas melalui pemanfaatan limbah plastik.
Program ini digerakkan oleh 15 mahasiswa lintas fakultas, yakni Dita Eka Yulia dan Yuliana (Fakultas Kehutanan, Prodi Kehutanan), Gilang Rezky Ramadhan (FMIPA, Matematika), Oktavio Dypananda (FMIPA, Ilmu Komputer), Nova Adely (FMIPA, Statistika), Rizki M Iqbal (FPIK, Akuakultur), Desi Nurfatmawati (FPIK, Teknologi Hasil Perikanan), Kelvin (FPIK, Perikanan Tangkap), Faranesa dan Reyna Nurshofha (FPIK, Manajemen Sumberdaya Perairan), Sintya NurlaIla dan Muhammad Fikri Haikal (FPIK, Sosial Ekonomi Perikanan), Muhammad Hafid Anwari Rahman dan Muhammad Ilham Agus Priyanto (FPIK, Ilmu Kelautan), serta Noor Cahaya (Fakultas Teknik, Teknik Lingkungan).

