Peta Jejak Sampah dan LOSIDA Jadi Inovasi Mahasiswa KKNT-LH ULM di Sungai Lembu
Tanah Bumbu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKNT-LH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Posko 10 Desa Sungai Lembu memperkenalkan inovasi Peta Jejak Sampah Desa berbasis ArcGIS dan program LOSIDA (Lodong Sisa Dapur) sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih terarah. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sungai Lembu, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (27/7/2026).
Program yang dikemas dalam bentuk seminar dan praktik langsung diikuti oleh Pemerintah Desa Sungai Lembu, Tim Penggerak PKK, pelaku UMKM, serta masyarakat. Kegiatan turut mendapat pendampingan dari Camat Kusan Hilir bersama Pemerintah Desa Sungai Lembu sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga.
Mahasiswa memperkenalkan Peta Jejak Sampah Desa yang disusun menggunakan teknologi ArcGIS. Melalui pemetaan ini, pemerintah desa dapat mengidentifikasi lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) resmi maupun titik pembuangan sampah liar sehingga memudahkan proses pemantauan dan penanganan di lapangan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan praktik penerapan LOSIDA sebagai metode sederhana mengolah sampah organik rumah tangga menjadi sumber kesuburan tanah. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan limbah rumah tangga secara produktif.
Kepala Desa Sungai Lembu, Rusniansyah, mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKNT-LH ULM. “Program unggulan yang menjadi perhatian kami adalah Peta Jejak Sampah berbasis ArcGIS. Melalui sistem ini kami dapat mengetahui lokasi TPS resmi maupun titik pembuangan sampah yang tidak sesuai peruntukannya. Informasi tersebut bahkan dapat diakses melalui pemindaian barcode sehingga memudahkan pemerintah desa melakukan pemantauan secara berkala,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya membantu pemerintah desa mengidentifikasi sebaran sampah, tetapi juga mendukung penyusunan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran. “Potensi desa juga dapat dipetakan melalui sistem tersebut sehingga mempermudah kami memperkecil sebaran sampah yang belum terkontrol. Kami berharap inovasi ini dapat terus diperbarui dan dimanfaatkan sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan di Desa Sungai Lembu,” tambahnya.
Mahasiswa KKNT-LH ULM berharap penerapan Peta Jejak Sampah Desa dan LOSIDA dapat menjadi program berkelanjutan yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat. Dengan memadukan teknologi pemetaan serta pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga, Desa Sungai Lembu diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

