Program Resap Organik Ajak Petani Sungai Danau Manfaatkan Biopori
Tanah Bumbu – Petani di Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, mendapat edukasi mengenai pemanfaatan lubang biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air di lahan perkebunan. Program bertajuk Resap Organik ini digelar oleh Kelompok 17 KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada 23 Juli 2026 di lahan Perkebunan Kelompok Tani Karya Makmur.
Kegiatan diisi dengan sosialisasi, edukasi, serta demonstrasi pembuatan lubang biopori. Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai manfaat biopori, tetapi juga menyaksikan secara langsung proses pembuatannya dan cara memanfaatkan sampah organik sebagai bahan pembentuk kompos alami. Reyna Nurshofa, menjelaskan bahwa lubang biopori merupakan metode sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos sekaligus membantu meningkatkan resapan air ke dalam tanah.
Program ini diikuti oleh Kepala Desa Sungai Danau, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Satui, unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta kelompok tani seperti Gapoktan Gayuh Baimbai, Kelompok Tani Karya Makmur, Kelompok Tani Subur Jaya, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur Jaya, bersama masyarakat Desa Sungai Danau.
Melalui program Resap Organik, mahasiswa berharap petani semakin memahami manfaat lubang biopori dalam mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penerapan biopori juga diharapkan mendorong pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kelompok 17 KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM di Desa Sungai Danau terdiri dari 15 mahasiswa lintas fakultas dan program studi, yakni: Dita Eka Yulia, Yuliana, Gilang Rezky Ramadhan, Oktavio Dypananda, Nova Adely, Rizki M Iqbal, Desi Nurfatmawati, Kelvin, Faranesa, Reyna Nurshofa, Sintya NurlaIla, Muhammad Fikri Haikal, Muhammad Hafid Anwari Rahman, Muhammad Ilham Agus Priyanto, dan Noor Cahaya.


