Games Edukatif Asri Jadi Cara Mahasiswa KKN ULM Kenalkan Pemilahan Sampah Pada Siswa SDN Sumber Baru
Tanah Bumbu – Suasana belajar di SDN Sumber Baru, Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, tampak berbeda pada Kamis (23/7/2026). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 4 memperkenalkan pemilahan sampah kepada siswa melalui permainan edukatif yang dikemas interaktif dalam program ASRI (Aksi Sejak Dini untuk Lingkungan Bersih dan Lestari).
Berbeda dari metode ceramah, mahasiswa menggabungkan edukasi lingkungan dengan presentasi, video edukatif, sesi tanya jawab, hingga permainan yang mengajak siswa mengenali jenis-jenis sampah secara langsung. Maulida Nur Safitri, mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Lingkungan, menjelaskan bahwa nama ASRI merupakan hasil musyawarah kelompok. “ASRI itu Aksi Sejak Dini untuk Lingkungan Bersih dan Lestari,” ujarnya.
Materi mengenai jenis dan pengelolaan sampah disampaikan oleh Maulida, sementara edukasi lingkungan dibawakan oleh Muhammad Yasser Karima, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Program Studi Ilmu Kelautan. Setelah penyampaian materi, siswa diberikan kesempatan bertanya sebelum masuk ke sesi permainan.
Bagian paling menarik perhatian siswa adalah permainan pemilahan sampah menggunakan tempat sampah yang dibuat dari galon bekas. Tempat sampah tersebut diberi warna berbeda: hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk B3.
Siswa dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan tiga tempat sampah sesuai kategori. Dalam permainan, pemandu menyebutkan contoh sampah, seperti kulit pisang atau baterai, lalu siswa harus menentukan jenisnya dan berbaris di belakang tempat sampah yang sesuai. Permainan dipandu oleh Normala, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan.
Menurut Maulida, metode ini membuat siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan cara mengenali jenis sampah.
Kegiatan ASRI mendapat sambutan antusias dari siswa kelas 6A dan 6B yang mengikuti kegiatan bersama wali kelas dan kepala sekolah. “Dari anak-anak sendiri sangat bergembira dan sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal, mulai dari materi sampai tanya jawab, dan yang terakhir sampai ke game,” kata Maulida.
Ketua Kelompok 4, Muhammad Fauzan Ananta, mahasiswa Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan, menegaskan bahwa tujuan kegiatan adalah menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Dengan pendekatan menyenangkan, mahasiswa berharap siswa tidak hanya mengetahui perbedaan jenis sampah, tetapi juga terbiasa memilah sampah di sekolah maupun di rumah.
Program ASRI digerakkan oleh 16 mahasiswa lintas fakultas, yakni Zaidan Failasufa (FPIK, Teknologi Hasil Perikanan), Agus Pujianto (FPIK, Akuakultur), Muhammad Yasser Karima (FPIK, Ilmu Kelautan), Muhammad Khidhir (FPIK, Perikanan Tangkap), Muhammad Fauzan Ananta, Maya Tahera, dan Nurhaliza Kusuma Wardani (Fakultas Kehutanan), Muhammad Naufal (FMIPA, Statistika), Maulida Nur Safitri (Fakultas Teknik, Teknik Lingkungan), Normala, Felicia Fidia, dan Naila Munawarah (FPIK, Manajemen Sumberdaya Perairan), Noer Mayadha (FPIK, Sosial Ekonomi Perikanan), Zahratun Nufus (FPIK, Ilmu Kelautan), Najma Auralia (FMIPA, Farmasi), serta Norliani (FMIPA, Biologi).
Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama dalam memperkenalkan kebiasaan sederhana menjaga lingkungan melalui cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.



