Tanamkan Budaya Pilah Sampah Sejak Dini, KKN ULM Gelar Edukasi Lingkungan di Tanah Bumbu
Tanah Bumbu, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi dan Lingkungan Hidup terus mendorong kepedulian terhadap lingkungan di masyarakat. Mahasiswa KKN Kelompok 6 Desa Karang Nunggal melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah di SDN 1 Manunggal, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (17/7/2026).
Pendidikan lingkungan sejak usia dini menjadi aspek penting dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan. Melalui kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, anak-anak diajak untuk memahami bahwa tindakan kecil dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan. Penanaman nilai ini di sekolah dasar diharapkan mampu menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan, sehingga siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga membiasakan diri untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Mahdi dan diikuti oleh 16 mahasiswa KKN. Sosialisasi dihadiri siswa kelas V dan VI, didampingi dewan guru, serta dibuka secara resmi oleh Kepala SDN 1 Manunggal, Mahdinoor. Mahasiswa memperkenalkan konsep pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik, nonorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh antusiasme, dengan partisipasi aktif siswa melalui diskusi, permainan edukatif, dan kuis.
Ketua Kelompok KKN, Ridho Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah dasar. “Menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memilah sampah sesuai jenisnya. Harapannya kebiasaan ini tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di rumah,” ujarnya. Kepala SDN 1 Manunggal, Mahdinoor, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa ULM yang menghadirkan edukasi lingkungan dengan metode yang menarik. “Materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi, sehingga kami berharap kebiasaan memilah sampah dapat terus diterapkan di sekolah maupun di lingkungan keluarga,” katanya. Materi sosialisasi disampaikan oleh Siti Nabila, permainan edukatif dipandu M. Taufik Hidayat, dan sesi kuis dipandu Berta Yanti Zalukhu.
Melalui program ini, mahasiswa KKN ULM berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal membangun budaya peduli lingkungan di kalangan generasi muda. Kebiasaan memilah sampah sejak dini diharapkan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih sekaligus membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Anggota Kelompok 6 Desa Karang Nunggal terdiri atas Ridho Budi Prasetyo dari Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan; Navila Azkiya dari FMIPA Program Studi Statistika; Berta Yanti Zalukhu dari FPIK Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan; Raudatul Zahra dari FPIK Program Studi Teknologi Hasil Perikanan; Dhiska Asaning Tyas dari FPIK Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan; Siti Nabila dari FPIK Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan; Haris Fadillah dari FPIK Program Studi Akuakultur; M. Taufik Hidayat dari FPIK Program Studi Akuakultur; Titto Alvian dari FPIK Program Studi Ilmu Kelautan; Niken Oktavia Rahmadhani dari FPIK Program Studi Ilmu Kelautan; Alfito Hartanto dari Fakultas Teknik Program Studi Teknik Lingkungan; Desty Adventnia Kristhy dari Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan; Raipah dari FMIPA Program Studi Farmasi; Anugerah Safitri Nurdamaiyanti dari FMIPA Program Studi Statistika; Devi Puspitaningrum dari FPIK Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan; serta Erlangga Rahmadani Lubis dari Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan.

