Angkat Isu ‘Kemiskinan di Atas Air’ ke Forum ASEAN, Ayesha Adara Raih Dua Penghargaan Internasional
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita, Prestasi & Opini
- Date 15 April 2026
Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ayesha Adara Huwaidha, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik angkatan 2023, berhasil mengharumkan nama ULM dengan meraih penghargaan dalam program CAYE ASEAN #4 yang diselenggarakan di Singapura dan Malaysia pada 6–10 April 2026.
Dalam ajang tersebut, Ayesha mencatatkan prestasi sebagai 2nd Best Presenter (individual award) serta bersama timnya meraih 3rd Best Team, di tengah persaingan delegasi dari berbagai negara di kawasan ASEAN. Ayesha juga menjadi satu-satunya delegasi asal Kalimantan Selatan dalam program tersebut.
CAYE ASEAN merupakan program pengembangan kepemimpinan dan inovasi yang menggabungkan diskusi, kompetisi, hingga eksplorasi lintas budaya. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti focus group discussion (FGD), menyusun gagasan berbasis isu Sustainable Development Goals (SDGs), serta mempresentasikan solusi inovatif dalam bahasa Inggris di hadapan dewan juri.
Ayesha bersama timnya mengangkat isu SDGs 1 (No Poverty) dengan judul “Poverty Above Water: Environmental Resilience Strategy to Achieve SDGs 1”. Ia secara khusus mengangkat fenomena lokal dari Kalimantan Selatan, yakni kemiskinan di wilayah bantaran sungai.
“Fenomena ‘kemiskinan di atas air’ ini tidak hanya tentang rendahnya pendapatan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, sanitasi, pendidikan, dan layanan publik. Saya merasa bangga bisa membawa isu dari daerah saya ke forum ASEAN,” ungkap Ayesha.
Persiapan menuju ajang ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan, mulai dari riset isu, diskusi intensif lintas tim, hingga latihan presentasi. Tantangan utama yang dihadapi adalah koordinasi tim yang berasal dari latar belakang berbeda.
“Perbedaan waktu, kesibukan, dan sudut pandang membuat proses diskusi cukup menantang. Tapi dari situ saya belajar beradaptasi, berkomunikasi lebih efektif, dan menemukan titik tengah dalam tim,” tambahnya.
Selain kompetisi, Ayesha juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan akademik dan berdiskusi dengan civitas akademika dari berbagai universitas ternama dunia, seperti National University of Singapore, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, hingga Universiti Kuala Lumpur. Pengalaman ini semakin memperkaya wawasan global serta meningkatkan kemampuan komunikasi internasionalnya.
Keikutsertaan Ayesha dalam program ini berawal dari inisiatif pribadi untuk menantang diri mengikuti kompetisi tingkat internasional. Meski tanpa pendampingan formal, ia tetap mendapatkan dukungan berupa masukan dari dosen di lingkungan program studinya.
“Pengalaman ini membuat saya tidak hanya belajar, tetapi juga benar-benar mengalami prosesnya. Saya berharap ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba peluang di tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Capaian yang diraih Ayesha menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat mampu bersaing di tingkat global dengan membawa perspektif lokal yang relevan dan berdampak.
ULM terus berkomitmen untuk mendorong mahasiswa agar aktif mengembangkan potensi diri, baik melalui kompetisi, program internasional, maupun kegiatan kolaboratif lainnya. Dukungan terhadap pengembangan kapasitas ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang adaptif, berwawasan global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi ULM, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa dari Banua, mahasiswa mampu melangkah ke panggung dunia dan membawa perubahan melalui gagasan.






Previous post
Mahasiswa ISAT University Filipina Tanam Mangrove Bersama ULM di Kawasan Konservasi Bekantan
Next post

