IELTS Pertama di Kalimantan Selatan: ULM Dorong SDM Kalimantan Bersaing di Tingkat Dunia
Banjarmasin — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan perannya dalam memperluas akses pendidikan berstandar internasional dengan menyelenggarakan tes International English Language Testing System (IELTS) untuk pertama kalinya di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bahasa ULM yang bekerja sama dengan IALF Bali, pada Sabtu (4/4/2026) di Banjarmasin.
Pelaksanaan tes IELTS perdana ini diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan, seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Timur. Peserta didominasi oleh kalangan dosen, mahasiswa, serta pelajar yang tengah mempersiapkan studi lanjut maupun peluang beasiswa ke luar negeri.
Kepala UPA Bahasa ULM, Dr. Hj. Noor Eka Chandra, M.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan tes IELTS ini merupakan langkah strategis ULM dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses sertifikasi bahasa Inggris berstandar internasional tanpa harus ke luar daerah.
“Kami ingin civitas akademika dan masyarakat cukup mengikuti tes IELTS di Banjarmasin. Tidak perlu lagi ke Pulau Jawa dengan biaya tambahan yang besar. Kini, ULM telah bisa melaksanakan IELTS sesuai dengan standar internasional,” ujarnya.
Selama ini, keterbatasan lokasi tes IELTS di Kalimantan menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dengan hadirnya layanan tes IELTS di ULM, hambatan geografis dan biaya perjalanan dapat ditekan, sehingga akses terhadap peluang global menjadi lebih terbuka.
Hadirnya layanan tes IELTS di ULM ini menegaskan peran ULM sebagai fasilitator peningkatan kompetensi global masyarakat. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta, termasuk yang datang dari luar daerah. Salah satu peserta asal Palangkaraya, Emerald, mengapresiasi kualitas penyelenggaraan yang dinilai profesional dan lancar.
“Ini merupakan pertama kalinya saya ikut IELTS di Banjarmasin. Semoga tes ini dapat terus dilaksanakan di sini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Gastin, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ULM, yang merasakan kenyamanan mengikuti tes di lingkungan kampus sendiri.
“Kapan lagi bisa tes di kampus sendiri? Pengalamannya menyenangkan dan membuat lebih percaya diri,” ungkapnya.
Melalui kerja sama dengan lembaga internasional IALF, ULM memastikan bahwa pelaksanaan tes IELTS memenuhi standar global, baik dari sisi prosedur, fasilitas, maupun sistem penilaian. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi ULM sebagai pusat pengembangan bahasa di Kalimantan.
Ke depannya, ULM berkomitmen menjadikan layanan ini sebagai program berkelanjutan. Kehadiran pusat tes IELTS di Banjarmasin diharapkan dapat melayani masyarakat tidak hanya dari Kalimantan Selatan, tetapi juga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Dengan tersedianya fasilitas ini, Universitas Lambung Mangkurat semakin mempertegas perannya dalam mendukung peningkatan daya saing global, membuka peluang beasiswa internasional, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul dari Kalimantan yang mampu bersaing di tingkat dunia.



Previous post

