Dari Nugget Tempe Wortel Nila hingga Fisioterapi Dada: ULM Dorong Kesehatan Anak Desa Sungai Asam
Banjar, 12 Februari 2026– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan 25 Kelompok D sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan pendidikan kesehatan bagi masyarakat Desa Sungai Asam pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan penyakit musiman dan pemenuhan gizi seimbang bagi anak. Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari bimbingan serta supervisi Windy Yuliana Budianto, S.Kep., Ns., M.Biomed. sebagai Dosen Pembimbing Akademik, bersama Nor Ella Dayani, S.Kep., Ns. selaku Pembimbing Lahan dari Puskesmas Karang Intan 2.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa tidak hanya memberikan teori ISI PIRINGKU, tetapi juga mempraktikkan demonstrasi pembuatan Nugget Tempe Wortel Nila. Menu ini diperkenalkan sebagai solusi makanan bergizi tinggi yang ekonomis dan disukai oleh anak-anak usia sekolah maupun balita.
Selain aspek gizi, para peserta yang terdiri dari ibu bayi, balita, dan anak usia sekolah juga diajarkan cara menangani masalah pernafasan ringan pada anak. Mahasiswa memperagakan terapi inhalasi uap minyak kayu putih dan fisioterapi dada, sebuah teknik sederhana untuk membantu mengencerkan serta mengeluarkan dahak saat anak mengalami batuk pilek.
Inisiatif kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama Kelompok D Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Angkatan 25 yang beranggotakan tujuh mahasiswa, yakni:
- Muhammad Rizqan Alfitri Akbar, S.Kep.
- Miftah Ghani, S.Kep.
- Andi Zulvikarni, S.Kep.
- Apipah, S.Kep.
- Fitriati Noor, S.Kep.
- Intan Dewi Masitah, S.Kep.
- Muziati Hidayah, S.Kep.
“Kami berharap melalui penyuluhan kesehatan dan demonstrasi ini, para ibu di Desa Sungai Asam bisa lebih mandiri dalam memberikan pengobatan sederhana di rumah dan lebih kreatif dalam menyajikan makanan sehat untuk buah hati,” ujar Muhammad Rizqan Alfitri Akbar, S. Kep.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Sinar Baru ini mendapat sambutan hangat dari warga. Keterlibatan aktif Bidan Desa dan Kader Posyandu turut memastikan pesan-pesan kesehatan yang disampaikan dapat berkelanjutan dan diterapkan dalam pola asuh sehari-hari di desa tersebut. (Angkatan 25 kel. D)

