Noorhana, Lulusan Terbaik ULM yang Menorehkan Jejak Ketangguhan sebagai Sarjana Pertama di Keluarga
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mencatatkan kisah inspiratif dari mahasiswanya. Noorhana, lulusan Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ULM, berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Universitas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91, sekaligus menjadi sarjana pertama di keluarganya.
Mengutip Bpost edisi 31 Desember, perjalanan akademik Noorhana dimulai dari Binuang, Kabupaten Tapin, tempat ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang belum memiliki tradisi pendidikan tinggi. Keputusan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi lahir dari tekad pribadinya, meski di awal perkuliahan ia harus menghadapi tantangan besar berupa jarak dari keluarga dan tuntutan hidup mandiri untuk pertama kalinya.
Beradaptasi dengan kehidupan kampus di Banjarmasin bukanlah hal mudah. Noorhana harus mengelola waktu, keuangan, serta menjaga ketahanan mental di tengah perkuliahan dan aktivitas organisasi yang dijalaninya. Di saat rasa lelah datang dan keraguan sempat muncul, ia memilih untuk berdamai dengan diri sendiri dan meyakini bahwa setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing.
Di balik semangatnya, ada momen-momen sunyi yang ia lewati dengan air mata. Namun baginya, menangis bukan tanda menyerah, melainkan jeda untuk kembali bangkit. Dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan utama yang membuatnya bertahan. Doa dan pengorbanan orang tua serta saudara-saudaranya menjadi pengingat bahwa perjuangan tersebut tidak boleh terhenti di tengah jalan.
Selain fokus pada akademik, Noorhana juga aktif berorganisasi dan memanfaatkan waktu libur semester untuk bekerja di berbagai bidang, mulai dari instansi hingga pekerjaan paruh waktu. Pengalaman tersebut membentuk ketangguhan, kedisiplinan, dan kemampuan manajemen waktu yang menjadi bagian dari keahlian personalnya. Ia menyadari tidak selalu bisa sempurna di semua peran, namun belajar untuk menghargai proses dan terus melakukan evaluasi diri.
Seluruh upaya itu berbuah manis ketika namanya diumumkan sebagai Wisudawan Terbaik ULM. Pencapaian tersebut bukan hanya simbol prestasi akademik, tetapi juga hasil dari konsistensi, kerja keras, dan keberanian untuk melampaui keterbatasan. Label “ambisius” yang kerap disematkan kepadanya justru dimaknai sebagai dorongan untuk terus bertumbuh dan memberi yang terbaik.
Kisah Noorhana mencerminkan peran Universitas Lambung Mangkurat sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan potensi, ketangguhan, dan keahlian diri. Melalui proses pendidikan yang holistik, ULM terus melahirkan lulusan berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan siap memberi kontribusi bagi masyarakat.

