Seminar Internasional JBK FKIP ULM: BK Humanis dalam Pendidikan Lahan BasahÂ
Banjarmasin â Jurusan Bimbingan dan Konseling (JBK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar seminar internasional bertajuk âLiterasi Humanis dalam Pendidikan Lahan Basah: Layanan BK Berbasis Gerakan Sekolah Menyenangkan untuk Remaja Bantaran Sungaiâ pada Kamis (11/12).
Kegiatan berlangsung di General Building Lecturer Theater ULM mulai pukul 08.00 WITA. Seminar ini merupakan bagian dari mata kuliah Problematika Perilaku Anak di Bantaran Sungai bagi mahasiswa JBK angkatan 2024, dengan peserta terdiri dari dosen dan mahasiswa yang hadir secara luring maupun daring.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP ULM, Ali Rachman. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada panitia serta menilai kegiatan ini sebagai langkah awal positif untuk pengembangan aktivitas akademik berskala internasional di masa mendatang. Sejumlah narasumber hadir membawakan materi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Prof. Dr. Ahmad Suriansyah, Guru Besar JPGSD dan PG-PAUD ULM, menyampaikan paparan berjudul Developing Literacy with a Humanistic Approach. Narasumber internasional, Darlyn Joy E. Tesoro, RGC., Director of Counseling Services University of Immaculate Conception (UIC) Filipina, hadir secara daring dengan materi Adversity, Behavior, and Resilience: Guidance and Counseling Interventions for Children in Riverbank Communities. Sementara itu, Ali Sodikin, Fasilitator Gerakan Sekolah Menyenangkan, membawakan materi Social Emotional Learning Humanist Literacy in Wetland Education.
Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP ULM, Nina Permatasari, menegaskan bahwa seminar internasional ini tidak hanya menjadi luaran mata kuliah, tetapi juga bagian dari implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education/OBE). Ia menilai tema yang diangkat relevan dalam membuka peluang pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang lebih inklusif serta adaptif, khususnya bagi remaja di wilayah bantaran sungai.

