ULM Press Catat Kenaikan Penerbitan Buku Ber-ISBN, Wujud Komitmen ULM Menguatkan Budaya Literasi dan Publikasi
Banjarmasin — Produktivitas penerbitan di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan tren positif. ULM Press mencatat peningkatan jumlah buku ber-ISBN yang diterbitkan pada tahun ini, yakni 65 judul, atau naik sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 60 judul. Lonjakan ini tidak hanya merefleksikan antusiasme civitas akademika dalam menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen ULM dalam memperkuat budaya literasi dan publikasi.
Ketua Pusat Pengelolaan Jurnal dan Penerbitan (PPJP) ULM, Prof. Dr. Drs. Eko Suhartono, M.Si., menyampaikan bahwa naiknya jumlah buku ber-ISBN merupakan wujud semangat luar biasa para dosen dalam berkarya. Ia menjelaskan bahwa ULM Press saat ini memberikan dukungan penuh agar proses penerbitan menjadi lebih mudah dan nyaman bagi seluruh penulis.
“Secara umum animo dosen untuk menulis buku sangat tinggi. ULM Press hadir untuk memberikan layanan terbaik, mulai dari layout, desain sampul, pengurusan ISBN, hingga buku tersebut resmi terbit,” jelasnya.
Tidak hanya fokus memfasilitasi penerbitan cetak, ULM juga tengah mempersiapkan langkah strategis dalam memperluas jangkauan karya-karya civitas akademika. Prof. Eko mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan Gramedia Digital dan kubuku.co.id untuk penerbitan e-book. Melalui kerja sama ini, karya para dosen ke depan tidak hanya dapat dibaca lebih luas, tetapi juga dapat dimonetisasi melalui sistem royalti.
“Harapannya, mulai terbitan tahun 2026, ebook dosen ULM sudah dapat hadir di platform digital, tentu dengan persetujuan penulis,” tambahnya.
Selain itu, pada tahun 2025 ULM juga menggelar pelatihan penulisan buku berbantuan AI sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis sekaligus mendorong lebih banyak karya yang layak terbit. Pelatihan seperti ini direncanakan menjadi agenda rutin dengan melibatkan mahasiswa serta dosen-dosen muda, sebagai strategi meminimalisasi penolakan ISBN oleh Perpusnas sekaligus memperkuat kualitas naskah yang dihasilkan.
Peningkatan jumlah buku ber-ISBN ini menegaskan posisi ULM sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya kuat dalam aspek akademik, tetapi juga konsisten mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Dengan semangat yang terus dijaga, ULM berkomitmen untuk meningkatkan capaian ini dari tahun ke tahun, memastikan bahwa setiap insan akademik memiliki ruang, dukungan, dan motivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
“Literasi adalah fondasi kemajuan. Dan ULM akan terus berada di garda depan untuk menumbuhkan, merawat, dan memperkuat budaya literasi itu,” tutup Prof. Eko.

