Peserta PPDS OBGYN FKIK ULM Tunjukkan Keahlian Klinis lewat Kelulusan UKN INACOG Part-3
Banjarmasin — Keahlian dan kompetensi klinis mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali ditunjukkan melalui capaian dua peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ULM yang dinyatakan lulus Ujian Kompetensi Nasional (UKN) INACOG Part-3. Ujian ini diselenggarakan oleh Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia dan menjadi tahapan akhir sertifikasi nasional calon dokter spesialis OBGYN.
Dua peserta PPDS yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ujian tersebut adalah dr. Truly Graceva dan dr. Wenny Rahayu. Kelulusan ini menandai tuntasnya proses penilaian kompetensi nasional setelah keduanya sebelumnya dinyatakan lulus pada INACOG Part-1 dan Part-2.
UKN INACOG Part-3 merupakan evaluasi komprehensif yang menguji pengetahuan klinis, keterampilan teknis, pengambilan keputusan medis, hingga integritas profesional sesuai standar nasional. Keberhasilan ini mencerminkan penguasaan keilmuan, kesiapan praktik, serta ketekunan peserta dalam menjalani pendidikan spesialis yang menuntut dedikasi tinggi.
Para pengajar PPDS OBGYN FKIK ULM menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurut mereka, kelulusan ini menjadi bukti kesungguhan peserta dalam mengembangkan keahlian di bidang obstetri dan ginekologi, sekaligus hasil dari proses pembelajaran akademik dan klinik yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sebagai ujian standar nasional, UKN INACOG bertujuan memastikan mutu dan konsistensi lulusan dokter spesialis OBGYN di seluruh Indonesia. Standarisasi ini penting untuk menjamin pelayanan kesehatan ibu dan anak yang aman, berkualitas, serta selaras dengan perkembangan ilmu kedokteran.
Bagi Universitas Lambung Mangkurat, capaian ini mempertegas komitmen institusi dalam mendukung pengembangan minat dan keahlian mahasiswa pendidikan profesi, khususnya di bidang kesehatan. Keberhasilan dua peserta PPDS OBGYN FKIK ULM ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan keterampilan klinis, serta berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

