Laboratorium Terpadu dan Prodi Farmasi ULM Gelar Workshop Farmasi Instrumen dan Non-Instrumen untuk Tingkatkan Kompetensi Akademik dan Penelitian
Banjarbaru – Laboratorium Terpadu dan Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menyelenggarakan Workshop Farmasi Instrumen dan Non-Instrumen pada Rabu (29/10/2025).
Workshop ini digelar di Laboratorium Terpadu dan Aula Einstein FMIPA ULM dalam rangka peningkatan kapasitas akademik dan keterampilan teknis bagi dosen, mahasiswa, serta peneliti di bidang farmasi dan sains terapan.
Workshop terbagi dalam dua sesi, yaitu Workshop Instrumen dan Workshop Non-Instrumen, yang masing-masing menghadirkan narasumber ahli dari kalangan akademisi dan industri.
Workshop Instrumen
Kegiatan workshop instrumen dibuka secara resmi oleh Kepala Laboratorium Terpadu ULM, Dr. rer. nat. apt. Liling Triyasmono, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen ULM dalam mendukung penguasaan teknologi analisis mutakhir di bidang farmasi dan kimia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa sivitas akademika memiliki kemampuan praktis dalam menggunakan instrumen canggih yang menunjang riset-riset farmasi modern,” ujar Dr. Liling.
Workshop instrumen menghadirkan narasumber utama Prof. Agung Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., yang memberikan pemaparan mengenai prinsip kerja dan aplikasi instrumen analisis farmasi. Selain itu, peserta juga mendapat penjelasan langsung dari perwakilan beberapa industri penyedia instrumen laboratorium terkemuka, di antaranya:
- PT. Wira Lab untuk peralatan ASE dan HPLC,
- Novatech untuk FTIR,
- PT. Ascentia untuk XRF dan XRD,
- PT. Dynatech Internasional untuk SEM, serta
- Elokarsa untuk ELISA.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di laboratorium, di mana peserta melakukan pengoperasian alat serta analisis sampel nyata di bawah bimbingan teknisi dan instruktur berpengalaman.
Workshop Non-Instrumen
Sementara itu, Workshop Non-Instrumen dibuka oleh Wakil Dekan II FMIPA ULM, Dr. Totok Wiyanto, M.Si., yang menegaskan pentingnya penguatan kompetensi non-teknis dalam bidang farmasi, terutama yang berkaitan dengan akreditasi dan kajian ilmiah berbasis bukti.
“Penguatan kapasitas riset tidak hanya pada penguasaan alat, tetapi juga kemampuan metodologis dan tata kelola mutu akademik yang sesuai standar internasional,” tutur Dr. Totok.
Terdapat dua tema besar yang dibagikan dalam workshop non-instrumen, yaitu:
- Akreditasi PTF Internasional: Meningkatkan Standar dan Daya Saing Global, disampaikan oleh Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc.Eng., yang menekankan pentingnya tata kelola mutu pendidikan tinggi farmasi agar selaras dengan standar internasional dan berdampak pada daya saing lulusan.
- Clinical – Evidence Based Medicine (EBM): Systematic Review dan Meta-Analysis,
disampaikan oleh dua narasumber ahli, yakni:
- Dr. apt. Noor Cahaya, M.Sc., dengan topik “Pengenalan dan Tahapan Systematic Review”, meliputi konsep dasar, formulasi pertanyaan PICO, strategi pencarian literatur, penggunaan tools seperti Rayyan, serta penilaian kualitas studi dengan RoB2.
- Dr. apt. Dewi Susanti Atmaja, M.Farm-Klin, dengan topik “Pengenalan dan Implementasi Meta-Analysis”, mencakup konsep dasar fixed dan random effect, analisis statistik (forest plot, funnel plot), serta penggunaan RevMan dan GRADEpro sesuai PRISMA Guidelines.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, yang berasal dari berbagai program studi farmasi seluruh Indonesia. Para peserta memperoleh pengalaman praktis yang relevan untuk mendukung penelitian dan publikasi ilmiah.
Sebagai penutup, panitia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan secara berkala dalam bentuk pelatihan lanjutan, kolaborasi riset, dan penguatan jejaring industri guna mendorong pengembangan inovasi di bidang farmasi dan ilmu kesehatan.




Previous post
