Mahasiswa ULM Raih Penghargaan Polda Kalsel atas Inovasi Pupuk Organik, Bukti Sinergi Kampus dalam Mendukung Asta Cita Ketahanan Pangan
Banjarbaru – Komitmen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam mendorong inovasi dan kontribusi nyata mahasiswa bagi pembangunan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan. Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, mahasiswa ULM menerima Penghargaan dari Polda Kalimantan Selatan atas inovasinya dalam menciptakan pupuk organik ramah lingkungan yang mendukung program ketahanan pangan Asta Cita Presiden.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam acara bertajuk “Sinergi Pemuda Banua dan Polda Kalsel Mendukung Asta Cita untuk Ketahanan Pangan dalam rangka Harkamtibmas”, yang digelar di Auditorium Polda Kalsel, Banjarbaru, Selasa (28/10/2025).
Mahasiswa Rinto Hadi Nata dari Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian ULM, tampil sebagai perwakilan penerima penghargaan. Bersama tim yang beranggotakan 10 mahasiswa, mereka bekerja sama dengan dosen ULM untuk mengembangkan inovasi pupuk organik selama satu bulan terakhir.
“Inovasi ini kami rancang untuk membantu mengembalikan fungsi tanah gambut melalui penggunaan pupuk organik. Termasuk mendukung program penanaman jagung yang diinisiasi Kapolda,” ungkap Rinto.
Rinto juga berharap, riset dan pengembangan pupuk organik ke depan dapat melibatkan lebih banyak mahasiswa lintas program studi agar hasil yang dicapai semakin optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Pemuda Banua dan Polda Kalsel untuk memperkuat ketahanan pangan sebagai pilar penting menuju Visi Indonesia Emas 2045.
“Ketahanan pangan adalah kekuatan strategis bangsa. Kolaborasi Pentahelix yang melibatkan Polri, Pemerintah, Akademisi seperti ULM, pelaku usaha, pemuda, komunitas, dan media menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.
Kapolda juga menyebutkan bahwa Polda Kalsel terus mengembangkan berbagai inovasi di sektor pertanian, seperti budidaya jagung di lahan eks rawan karhutla, sistem hidroponik, hingga bioflok ikan air tawar, yang semuanya mendapat dukungan dari kalangan akademisi termasuk ULM.
Keterlibatan ULM dalam program ini menjadi bukti peran aktif perguruan tinggi sebagai bagian penting dari ekosistem kolaborasi daerah. Melalui riset terapan, pendampingan, dan keterlibatan mahasiswa dalam proyek-proyek inovatif, ULM terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berketahanan lingkungan.
Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Danrem 101/Antasari, Danlanud Syamsudin Noor, Kabinda Kalsel, Ka BNNP Kalsel, Wakapolda Kalsel, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan mahasiswa se-Kalimantan Selatan — menandai semangat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan Banua dan bangsa.

