The 2nd ICWSDGs & SNLLB 2025: ULM Perkuat Peran Akademik untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menggelar The 2nd International Conference on Wetland for Sustainable Development Goals (ICWSDGs) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (SNLLB) 2025, Sabtu (11/10/2025) di General Building ULM. Kegiatan ini menjadi ajang ilmiah bergengsi yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai bidang untuk membahas isu-isu terkini terkait pengelolaan lahan basah dan penerapan teknologi demi tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penampilan tari “Sangga Singgang” oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM. Dalam laporan ketua panitia, Dr. Ir. Yuslena Sari, S.Kom., M.Kom., IPM menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan wadah berbagi hasil riset dan inovasi terkait lingkungan lahan basah serta penerapan teknologi yang berkelanjutan.
Kepala LPPM ULM, Prof. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menjaga keberlanjutan ekosistem lahan basah yang menjadi kekayaan khas Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menyoroti peran penting lahan basah dalam menopang pembangunan berkelanjutan, baik dari aspek ekologi, sosial, ekonomi, maupun kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para peneliti, akademisi, mahasiswa, praktisi, hingga pemangku kebijakan diajak untuk berbagi gagasan dan hasil penelitian yang relevan dengan isu-isu lingkungan terkini. Salah satu hal yang disoroti Prof. Sunardi adalah pemanfaatan teknologi dan AI dalam menyukseskan pembangunan yang berkelanjutan terutama dari sisi ekonomi.
Sejumlah pembicara (keynote speaker) dibagi untuk menyampaikan materi pada dua sesi.
Sesi I
- Abdul Hadi, S.Ag., M.I.Kom dengan tema “Inovasi Argopolitan Balangan: Lompatan Teknologi AI untuk Ketahanan Pangan, Kesejahteraan Petani, dan Kebijakan Berkeadilan”;
- Robbi Rahmi, Ph.D dengan materi “Enhancing the Role of Technology and Artificial Intelligence in Implementing Circular Economy to Achieve SDGs”; dan
- Iwan Alfanie, dr., M.Kes., Sp.F., SH dengan topik “Analysis of Genetic Diversity of The Banjar Hulu Tribe Using the Sibling DNA Technique”
Sesi II:
- Nanda Yuli Rahmawati, S.Si., M.Sc., Ph.D dengan topik “Environmental Influence on Inflammatory Mechanism in Endometriosis: Insights from Wetlands Ecosystem”;
- Prof. ChM. Dr. Azlan Kamari yang membahas Peran Kimia Lingkungan dalam Pengelolaan Lahan Basah secara Berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, ULM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat riset dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam konteks lahan basah yang menjadi identitas ekosistem Kalimantan Selatan. Selain itu, melalui konferensi ilmiah ini diharapankan dapat melahirkan ide-ide solutif yang dapat diterapkan di masyarakat.

