Jalu Kuliah di ULM Lewat KIP: Komitmen Pemerintah untuk Pendidikan Berkeadilan
Banjarmasin (4 Oktober 2025) – Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti) Prof. Dr. Khairul Munadi, ST., M.Eng bersama Direktur Belmawa Dikti Dr. Beny Bandanadjaja, ST., MT., dan Rektor ULM Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., melakukan kunjungan langsung ke rumah Jalu Eko Prasetyo, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan angkatan 2025 penerima beasiswa KIP Kuliah. Kunjungan berlangsung di Belitung Darat, Banjarmasin, tempat Jalu tinggal bersama kedua orang tuanya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan ayah asal Ponorogo dan ibu asli Banjar.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Dikti menyampaikan bahwa program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membuka kesempatan pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi putra-putri bangsa yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi.
“Program ini dimaksudkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang berkeadilan. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti belajar, karena dengan semangat dan dukungan orang tua, pasti ada jalan menuju sukses,” ujar Prof. Khairul Munadi.
Berdasarkan keterangan H. Djumino, ketua RT setempat, Jalu dikenal sebagai pemuda yang baik. Sebelum berkuliah, Jalu juga mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan dari Panti Asuhan Sentosa Belitung Darat sejak SD hingga SMA. Jalu pun dikenal sebagai pemuda yang memiliki sikap dan pergaulan yang baik.
“Anaknya baik dan gak neko-neko,” ucap H. Djumino
Pada kesempatan ini, Dirjen Dikti juga memberikan bantuan sembako dan satu unit laptop kepada Jalu sebagai dukungan langsung agar ia dapat menempuh perkuliahan dengan lebih baik. Ia berharap kisah Jalu bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan masyarakat luas untuk terus bersemangat mengejar pendidikan.
“Mudah-mudahan kisah Jalu dapat menginspirasi teman, saudara, dan tetangga lainnya untuk tidak berhenti bermimpi dan terus mengejar pendidikan tinggi,” tambahnya.
Rektor Prof. Ahmad Alim Bachri menjelaskan bahwa universitas memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan penerima beasiswa KIPK benar-benar tepat sasaran.
“Kami melakukan proses seleksi yang ketat sesuai kriteria dari kementerian. Peminatnya tahun ini sekitar 1.600 mahasiswa, sementara kuotanya hanya 900, sehingga kami pastikan yang terpilih benar-benar layak secara prestasi dan ekonomi,” jelas Rektor.
Ia menegaskan, mahasiswa penerima KIPK juga akan mendapatkan pendampingan dan pembinaan soft skill selama kuliah agar mampu berkembang tidak hanya secara akademik tetapi juga sosial dan personal.
“Mahasiswa KIPK kami dampingi agar siap kembali ke masyarakat sebagai generasi unggul dan mandiri. Kami berharap mereka bisa menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Jalu sendiri mengungkapkan rasa syukurnya bisa melanjutkan pendidikan di ULM melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi). Ia memilih Program Studi Ekonomi Pembangunan dengan harapan dapat berkarier di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) setelah lulus.
“Saya memang ingin belajar tentang ekonomi agar bisa berkontribusi pada pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Terima kasih kepada ULM dan pemerintah atas kesempatan ini,” tutur Jalu penuh haru.
Rektor kemudian berbagi pengalaman pribadinya yang juga penuh perjuangan. “Saya dulu tidak menyangka bisa menjadi sarjana. Guru saya sampai menangis membujuk saya melanjutkan kuliah. Dulu saya loper koran, tapi akhirnya bisa kuliah dan bahkan IP saya tidak pernah di bawah 3.0. Jadi jangan takut bermimpi,” kenang Prof. Alim Bachri dengan senyum hangat.
Rektor menegaskan bahwa ULM sebagai perguruan tinggi negeri di Kalimantan Selatan memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung generasi muda Banua agar dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa hambatan ekonomi.
“ULM berkomitmen terus mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi dan memastikan tidak ada potensi unggul yang terhambat karena keterbatasan finansial,” tegasnya.
Melalui kolaborasi bersama Kemendikbudristek, ULM mengajak masyarakat, sekolah, dan para pemangku kepentingan pendidikan di Banua untuk aktif menyosialisasikan program KIP Kuliah.
“Kami ingin memastikan lebih banyak anak-anak Kalimantan Selatan bisa menempuh pendidikan tinggi. Karena investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah pendidikan,” tutup Rektor.

