ULM Raih Hibah PKR BRIN: Satu-satunya dari Kalimantan untuk Riset Lahan Basah
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional setelah Unit Penunjang Akademik Lingkungan Lahan Basah (UPA LLB) resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima dana fasilitasi riset program Pusat Kolaborasi Riset (PKR) oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Penetapan ini diumumkan pada bulan Juli 2025 melalui program Hibah Fasilitasi PKR yang dibuka oleh BRIN sepanjang tahun. Dari tujuh perguruan tinggi penerima, ULM menjadi satu-satunya universitas di Kalimantan yang berhasil lolos, bersama Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
PKR merupakan program kolaborasi riset yang mempertemukan peneliti BRIN dengan akademisi dari perguruan tinggi maupun mitra swasta. Melalui skema hibah fasilitasi, program ini tidak langsung membiayai riset, melainkan memperkuat kelembagaan, jejaring, dan sarana pendukung agar riset dapat berjalan optimal.
ULM, melalui Unit Pelaksana Akademik Lahan Basah (UPA LLB), mengajukan proposal bertajuk “Pengelolaan Lahan Basah” dan berhasil mendapatkan pendanaan untuk tiga tahun pertama. Kepala UPA LLB ULM Dr. Eng. Maya Amalia, S.T., M.Eng., menjelaskan, kolaborasi ini akan fokus pada riset pertanian lahan basah dengan melibatkan dosen Fakultas Pertanian, MIPA, dan Teknik.
“Kolaborasi ini akan memperkuat kapasitas penelitian ULM di bidang lahan basah, terutama terkait pertanian berkelanjutan. Dengan dukungan BRIN, kami bisa mengakses fasilitas yang sebelumnya terbatas, sekaligus membuka peluang untuk hibah penelitian bersama,” ungkapnya.
Lahan basah merupakan ekosistem khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai strategis baik secara ekologis maupun ekonomis. Melalui PKR, ULM berkomitmen mendorong konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, serta kontribusi nyata dalam pembangunan nasional berbasis riset di lingkungan lahan basah.
Selama ini, ULM melalui UPA LLB aktif menginisiasi program konservasi mangrove, pembangunan pusat riset seluas 611 hektare di Kotabaru, serta berpartisipasi pada forum internasional seperti World Water Forum. Dengan PKR ini, ULM semakin menegaskan diri sebagai pusat keunggulan riset lahan basah di Indonesia.
Program PKR dapat berjalan hingga tujuh tahun dengan evaluasi tahunan. ULM menargetkan penguatan jejaring riset, peningkatan publikasi nasional dan internasional, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan terkait lahan basah yang bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat.
Lewat kepercayaan yang diberikan BRIN ini menjadi momentum penting bagi ULM untuk terus berkontribusi dalam menjaga ekosistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. serta menegaskan kesiapan ULM untuk mengambil peran sebagai world-class research di bidang lingkungan lahan basah.
Dengan keberhasilan ini, ULM tidak hanya mengukuhkan posisi sebagai perguruan tinggi terkemuka di Kalimantan, tetapi juga memperluas dampak akademik dan pengembangan masyarakat di tingkat nasional dan internasional.

