Inkubator Usaha Tenun Pagatan: Upaya FISIP ULM Lestarikan Warisan Budaya Tanah BumbuĀ
Kalimantan Selatan tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan kuliner khasnya, tetapi juga menyimpan warisan budaya yang bernilai tinggi. Salah satunya adalah kain tenun Pagatan, sebuah karya seni tradisional dari pesisir Kabupaten Tanah Bumbu.
Meski memiliki keindahan motif dan makna filosofis yang mendalam, kain tenun Pagatan masih jarang diketahui masyarakat luas dibandingkan dengan kain-kain tenun Nusantara lainnya. Dibuat dengan teknik tradisional dan pewarnaan alami, setiap helai kain tenun Pagatan bukan hanya sekadar busana, melainkan juga simbol identitas dan kearifan lokal masyarakat Pagatan.
Namun warisan budaya ini kurang dikenal luas bahkan oleh warga Kalimantan Selatan sendiri. Orang lebih mengenal kain sasirangan yang lebih populer untuk dijadikan cinderamata. Pada kenyataannya, kain tenun Pagatan merupakan salah satu warisan budaya khas yang juga bernilai ekonomis tinggi.
Proses pembuatannya yang memakan waktu cukup lama, yakni satu bulan, membuat pelaku tenun kini tersisa sangat sedikit untuk ditemui di daerah tersebut. Keadaan ini lah yang akhirnya berpotensi membuat kita kehilangan generasi penerus pelaku tenun itu sendiri.
Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan judul program āInkubator Usaha Tenun Pagatanā sebagai upaya pembangunan ekonomi berbasis komunitas perempuan di Kabupaten Tanah Bumbu. Program ini diinisiasi oleh tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ULM yang diketuai oleh Anjani, bersama dengan M. Najeri Al Syahrin dan Sri HidayahĀ (FISIP), serta Akhsanul Rakhmatullah.
Program pengabdian ini sepenuhnya didukung oleh bantuan hibah Nasional Bima. Bantuan ini merupakan program pendanaan penelitian dan pengabdian yang bersumber dari Dana APBN melalui Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Program ini tidak hanya menyasar para penenun yang sudah ada, tetapi juga mengajak generasi muda di daerah pesisir Kabupaten Tanah Bumbu untuk berdaya dan produktif dalam mengolah dan mengelola usaha produk tenun khas pagatan sekaligus melestarikan warisan budaya lokal daerahnya. āPengabdian ini dilakukan dengan menargetkan komunitas perempuan muda maupun ibu-ibuĀ untuk berkolaborasi dalam hal produksi serta marketingā ucap Anjani.
Lebih lanjut, Anjani juga menegaskan bahwa program ini tak hanya berfokus pada keterampilan teknis. āDalam kegiatan ini penenun juga diajarkan untuk membuat narasi produk agar produk tenun semakin diminati tidak hanya dari sisi ekonomi dan UMKM saja, namun juga kaya narasi akan sejarah dan budaya lokal yang sangat kuat dalam produk tenun,ā tambahnya.
Sejak dilaksanakan mulai bulan Mei 2025 lalu, program pembinaan ini sudah memperlihatkan hasil yang cukup signifikan. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam meningkatkan pemasaran kain tenun khas pagatan ini adalah dengan melakukan pelatihan digital. Mereka tidak hanya belajar tentang produksi semata namun juga pemasaran melalui digital seperti media sosial dan e-commerce.Ā
Hasil dari program ini bisa dilihat dari output atau produk tenun yang dihasilkan tidak hanya berbentuk kain, namun juga diolah menjadi berbagai jenis barang seperti dompet, tas, syal dan sebagainya. Di samping itu, mereka juga diajarkan untuk mengembangkan kemampuan digital dalam hal pemasaran melalui e-commerce.Ā
Melalui kemampuan untuk memanfaatkan teknologi pemasaran digital, diharapkan dapat membantu tidak hanya dari sisi ekonomi tapi juga membantu pelestarian warisan budaya lokal lewat promosi yang efektif dan interaktif.





Previous post
KKN Tematik FPIK ULM Resmi Ditutup, Sinergi dengan Pemda Tanah Bumbu Terus Berlanjut
Next post
ULM Dapatkan Lisensi Tes IELTS, Perkuat Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia
You may also like
