ULM Dorong Pemahaman Arsitektur Berkelanjutan Melalui Studi Ekskursi ke Tiga Negara
BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik kembali mengukuhkan komitmennya dalam memperkaya pembelajaran mahasiswa melalui kegiatan tahunan Studi Ekskursi (Studex). Tahun 2025 ini, kegiatan tersebut membawa 49 mahasiswa mengunjungi tiga destinasi internasional: Jakarta, Singapura, dan Malaysia dengan mengangkat tema “Heritage dan Sustainable Architecture”.
Peserta merupakan mahasiswa Program Studi Arsitektur ULM yang difasilitasi penuh oleh pihak kampus, didampingi Ketua Prodi Arsitektur, Dr. Eng Akbar Rahman, Ph.D., dan tim dosen pembimbing.
Tema tahun ini difokuskan pada dua aspek utama: pelestarian bangunan bersejarah (heritage) dan konsep arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture). Mahasiswa diajak mempelajari cara merawat bangunan tua, memahami kebijakan penataan ruang, serta mengamati penerapan pembangunan berkelanjutan di negara-negara maju.
Beberapa agenda penting meliputi kunjungan ke kampus National University of Singapore (NUS), proyek pemerintah di Singapore City Gallery, serta penelusuran kawasan kota tua yang menjadi warisan sejarah di ketiga negara tujuan.
Studex 2025 berlangsung pada pertengahan tahun ini, mencakup rangkaian perjalanan studi dari Banjarmasin menuju Jakarta, dilanjutkan ke Singapura, dan berakhir di Malaysia.
Ketua Prodi Arsitektur ULM, Dr. Akbar Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman lapangan untuk memperkuat kompetensi lulusan.
“Para peserta diajak memahami bagaimana negara lain merawat warisan arsitektur sekaligus membangun masa depan dengan konsep berkelanjutan. Indonesia juga perlu terus belajar dalam tata kelola kota agar bisa bersaing secara global. Namun, penting untuk memodifikasi dan menyesuaikan konsep dengan kondisi lokal,” ujarnya.
ULM berperan aktif sebagai penyelenggara dan fasilitator kegiatan, mulai dari perencanaan, pemilihan destinasi, penyusunan kurikulum lapangan, hingga pendampingan mahasiswa selama studi. Program ini dirancang agar mahasiswa memperoleh perspektif global, keterampilan praktis, dan jejaring internasional yang dapat menjadi modal berharga di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dengan terlaksananya Studex 2025, ULM menegaskan perannya sebagai universitas yang tidak hanya memberikan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membuka akses mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik terbaik internasional di bidang arsitektur, konservasi, dan penataan kota berkelanjutan.

