Program Sekolah Bebas Jentik: Kolaborasi ULM, UGM, dan Pemerintah Banjarbaru
BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) melaksanakan program pemberdayaan anak sekolah dalam pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti di SDN 2 Komet Banjarbaru. Kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Rambai Emas yang diinisiasi Pemerintah Kota Banjarbaru.
Program bertema “Sekolah Bebas Jentik” tersebut bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sekaligus menekan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui edukasi sejak dini. ULM berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mendapatkan dukungan pendanaan dari Bill & Melinda Gates Foundation.
Ketua tim program dari FKIK ULM, Dr. dr. Oski Illiandri, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan partisipatif.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelopor lingkungan sehat. Mereka diajak belajar dengan cara menyenangkan sekaligus menumbuhkan kesadaran sejak dini,” ungkapnya.
Para siswa SDN 2 Komet mendapat pelatihan langsung dari tenaga kesehatan, antara lain Nurul Awliya, SKM, M.Kes (Dinas Kesehatan Banjarbaru) dan Dr. Anggi Setyowati, S.Kep Ners (Prodi Profesi Ners FKIK ULM). Siswa diajarkan mengenali siklus hidup nyamuk, melakukan inspeksi jentik di sekolah dan rumah, serta mengisi lembar kerja interaktif sebagai bentuk evaluasi mandiri. Mereka juga dibekali keterampilan menjadi Kader Jumantik Cilik yang mampu memimpin kegiatan kebersihan di sekolah maupun di rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina, MMKes, menyampaikan apresiasi atas program ini. “Kami menyambut baik karena selaras dengan visi Rambai Emas, yaitu gotong royong menciptakan lingkungan bersih dan sehat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Komet Banjarbaru, Dina Mariana, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak.
“Kami berharap SDN 2 Komet dapat menjadi role model nasional dalam pemberdayaan siswa untuk pengendalian DBD berbasis sekolah,” katanya.
Dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation menjadi faktor penting keberhasilan program. Melalui skema hibah filantropi global, dana tersebut dimanfaatkan untuk penyediaan alat monitoring jentik, media edukasi digital, serta pelatihan intensif bagi guru dan siswa.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama. Dengan semangat baimbai, ULM bersama mitra membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang kelas. Jika anak-anak mampu menjadi pelopor, maka masyarakat luas pun bisa ikut bergerak.

