ULM Dukung Pengembangan Eco Geotourism di Kalimantan Selatan melalui Pendidikan, Penelitian, dan Kolaborasi
Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Eco Geotourism di Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui berbagai peran strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Eco Geotourism International Forum yang diadakan pada Selasa (22/7).
Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Ir. H. Muhammad Helmi, M.M. Selaku Ceo dari SHafwah Group, Ir. H. Nurul Fajar Desira, CES sebagai Wakil Ketua Umum Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, H. Herry Setiawan, S.E., M.M. selaku Director of Shafwah Insani Meratus.
Wakil Rektor IV bidang Kerjasama, Humas, dan Sistem Informasi ULM, Dr.Ir. Yusuf Aziz, M.Sc., yang juga berhadir dalam forum ini menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki kontribusi penting dalam mendorong pariwisata berkelanjutan berbasis ekologi dan geologi, terutama di wilayah yang kaya akan potensi alam seperti Kalsel. Beberapa kawasan potensial di antaranya adalah gunung, hutan hujan tropis, danau, sungai, serta situs geologi unik (begaya).
Setidaknya, perguruan tinggi memiliki tiga peran penting dalam pariwisata berbasis alam. Pertama, dari sisi penelitian dan pengembangan, ULM aktif melakukan identifikasi potensi kawasan Eco Geotourism di Kalsel. Kajian ilmiah dan studi kelayakan menjadi kunci untuk memastikan bahwa pengembangan kawasan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan bagi masyarakat setempat.
Kedua, dalam bidang pendidikan dan pelatihan, ULM memiliki Program Studi Rekayasa Geologi di Fakultas Teknik yang secara langsung relevan dengan pengembangan kawasan geopark. Selain itu, ULM juga aktif melakukan penyuluhan, sosialisasi, dan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan Eco Geotourism.
Ketiga, ULM terlibat dalam pemberdayaan masyarakat (community empowering) dengan memberikan pendampingan dalam hal pengelolaan usaha pariwisata berbasis alam. Pendampingan ini mencakup pelatihan di bidang pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pelayanan pelanggan agar masyarakat lokal mampu berperan aktif dan mandiri dalam pengelolaan wisata tersebut.
Sebagai bentuk komitmen nyata, ULM menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Shafwah Group selaku pengelola kawasan dan Dinas Kehutanan melalui UPT Tahura.
“ULM terbuka untuk kolaborasi lintas sektor. Kami memiliki berbagai Program Studi yang mendukung pengembangan Eco Geotourism, tidak hanya Rekayasa Geologi, tetapi juga dari sisi pemasaran seperti Agribisnis dan lainnya,” ujar Dr. Yusuf Azis.
Selain itu, ULM juga siap membantu dalam promosi kawasan wisata melalui berbagai platform media sosial resmi yang dimiliki kampus.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pengembangan Eco Geotourism di Kalimantan Selatan dapat berjalan secara holistik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan masyarakat.

