Pemerintah Rencanakan Tarif Ojol Naik 15 Persen, Dosen FEB ULM: Pertimbangkan Semua Dampak
Banjarmasin – Kenaikan tarif ojek online (ojol) hingga 15 persen yang direncanakan pemerintah memicu perdebatan di kalangan masyarakat, terutama driver dan penumpang.
Menurut Dosen FEB ULM, Dr Ir Syahrial Shaddiq MEng MM, Kenaikan tarif memiliki dampak positif dan negatif.
Positifnya adalah kenaikan pendapatan driver sehingga mereka dapat meningkatkan taraf hidup. Selain itu, kenaikan tarif dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
Namun, dampak negatifnya juga tidak dapat diabaikan. Kenaikan tarif dapat membuat penumpang beralih ke sarana transportasi lain.
“Dampak ekonomi juga perlu dipertimbangkan. Kenaikan tarif ojol dapat meningkatkan inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat,”ungkapnya.
Selain itu, kenaikan tarif dapat meningkatkan biaya transportasi masyarakat, sehingga mereka perlu menyesuaikan anggaran.
Pemerintah perlu mempertimbangkan dampak-dampak tersebut dan melakukan evaluasi cermat sebelum memutuskan menaikkan tarif ojol.
Ditambahkannya, selain itu, pemerintah harus memastikan kenaikan tarif ojol tidak memberatkan masyarakat dan dapat meningkatkan pendapatan driver ojol secara signifikan.
“Kesimpulannya, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak-dampak tersebut dan melakukan evaluasi cermat sebelum memutuskan menaikkan tarif ojol, serta memastikan bahwa kenaikan tarif tidak memberatkan masyarakat dan dapat meningkatkan pendapatan driver ojol secara signifikan,” pungkasnya.
—
Dimuat di Banjarmasin Post, 3 Juli 2025

