Bijak Memilih, Cerdas Mendidik
Saat bijak memilih sekolah masa depan anak di Banjarmasin. Musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026 telah dimulai di berbagai wilayah Indonesia, Sekolah-sekolah swasta di Banjarmasin pun telah mulai membuka pendaftaran dan akan menerima peserta didik hingga menjelang awal tahun ajaran baru pada pertengahan Juli.
Di tengah masa-masa ini, banyak orang tua di Banjarmasin dihadapkan pada dilema penting: sekolah negeri atau swasta, mana yang sebaiknya dipilih untuk anak? Pertanyaan ini tak sederhana.
Menentukan sekolah adalah salah satu keputusan paling strategis dalam perjalanan hidup seorang anak, karena sekolah bukan hanya tempat untuk belajar secara akademik, melainkan juga lingkungan yang akan membentuk karakter, keterampilan, dan spiritualitas anak.
Menentukan Tujuan Utama Sekolah langkah awal dalam memilih sekolah adalah memahami terlebih dahulu apa tujuan kita menyekolahkan anak. Secara umum, ada empat aspek fundamental yang perlu diperhatikan: pembentukan karakter, peningkatan kemampuan akademik, penguasaan keterampilan (skill), dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Keempat aspek ini menjadi pilar utama dalam mempersiapkan anak menghadapi masa depan yang sarat perubahan dan tantangan.
Namun, kenyataannya tidak semua sekolah mampu memberikan pengembangan yang seimbang di keempat aspek tersebut. Oleh karena itu, jika harus memilih prioritas, maka pilihlah sekolah yang unggul dalam membentuk karakter dan memperkuat keagamaan.
Dalam konteks zaman sekarang, ketika tantangan moral, sosial, dan digital semakin kompleks, karakter yang kuat dan nilai-nilai keagamaan yang kokoh menjadi pondasi penting agar anak tetap memiliki arah dalam hidupnya.
Anak yang memiliki prinsip hidup, integritas moral, dan spiritualitas yang sehat akan mampu bersikap tangguh, bijak, dan fleksibel dalam menyikapi berbagai dinamika kehidupan. Mereka akan memiliki daya tahan (resilience) serta kelenturan (agility) yang penting untuk terus bertumbuh dalam dunia yang cepat berubah.
Akademik dan Keterampilan, bisa dikejar di Luar Sekolah Sementara itu, aspek akademik dan keterampilan saat ini bisa dikembangkan melalui berbagai sumber pembelajaran lain, di luar sekolah formal.
Era digital membuka akses yang sangat luas terhadap materi-materi pelajaran dan pengembangan skill. Anak dapat belajar melalui e-learning, menonton video pembelajaran di YouTube, mengikuti kelas online baik yang gratis maupun berbayar, dan bergabung dalam komunitas belajar digital seperti forum diskusi atau grup edukatif.
Banyak platform pembelajaran daring yang menyediakan bimbingan belajar berkualitas, bahkan beberapa di antaranya sudah berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat menyesuaikan kurikulum dengan kecepatan dan gaya belajar masing-masing anak. Oleh karena itu, orang tua di Banjarmasin tidak perlu terlalu cemas jika sekolah pilihan tidak terlalu unggul di aspek akademik, selama lingkungan sekolah tersebut kuat dalam pembentukan karakter dan keagamaan, serta anak masih mendapat dukungan pembelajaran tambahan di luar sekolah.
Guru Adalah Kunci kualitas pendidikan karakter dan keagamaan sangat ditentukan oleh kualitas guru. Maka dari itu, pilihlah sekolah yang memiliki guru-guru yang peduli, tulus, dan ikhlas dalam mendidik.
Bukan sekadar guru yang menjalankan kewajiban mengajar, tetapi yang mau hadir sebagai figur pengasuh, pembimbing, dan teladan bagi anak. Anak akan lebih mudah meneladani perilaku daripada hanya mendengar nasihat.
Kita tentu tidak ingin anak belajar dari guru yang abai, merasa terbebani menghadapi murid yang bermasalah, atau justru memberikan contoh perilaku negatif. Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu bagaimana kultur guru di sekolah yang dituju apakah para gurunya dikenal dekat dengan murid, aktif membina karakter, dan mampu membangun komunikasi positif dengan orang tua.
Lingkungan SekolahLebih dari Sekadar Gedung tak kalah penting adalah lingkungan sekolah itu sendiri. Sekolah bukan hanya tempat anak duduk di bangku dan mendengarkan guru, melainkan juga ruang kehidupan sosial dan moral yang akan membentuk watak dan kebiasaan anak.
Maka, pilihlah sekolah yang memiliki lingkungan yang bersih, nyaman, aman, dan sehat. Sekolah yang peduli pada kebersihan mencerminkan kultur karakter yang baik, serta memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan tumbuh.
Perhatikan pula fasilitas ibadah. Pendidikan keagamaan bukan hanya soal pelajaran agama di dalam kelas, tetapi pembiasaan ibadah dan penguatan spiritualitas melalui praktik sehari-hari. Pilihlah sekolah yang memiliki masjid atau musala yang representatif, memiliki program pembiasaan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta aktif merayakan hari-hari besar keagamaan.
Di Banjarmasin, beberapa sekolah swasta berbasis Islam misalnya, telah rutin melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan yang terintegrasi dalam keseharian anak. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kecintaan anak terhadap agama, tetapi juga memperkuat nilai-nilai disiplin, empati, dan tanggung jawab.
Perhatikan Asupan Gizi Anak tak banyak orang tua yang memperhatikan faktor ini saat memilih sekolah: kantin sekolah. Padahal, makanan yang dikonsumsi anak sangat memengaruhi energi, fokus, dan daya tahan tubuhnya selama belajar.
Pilihlah sekolah yang memiliki kantin sehat atau minimal mengawasi ketat jenis makanan yang dijual di kantin. Hindari sekolah yang membiarkan anak mengonsumsi makanan instan atau jajanan yang mengandung bahan berbahaya tanpa kontrol.
Pemerintah Kota Banjarmasin sendiri beberapa tahun terakhir telah gencar mendorong program kantin sehat di sekolah-sekolah. Namun tetap diperlukan pengawasan dari orang tua untuk memastikan bahwa sekolah pilihan benar-benar menerapkan prinsip-prinsip tersebut.
Perhatikan juga sistem Manajemennya sekolah yang baik adalah sekolah yang memiliki sistem manajemen yang kuat dan transparan. Ini mencakup evaluasi kinerja guru secara berkala, pelaksanaan supervisi rutin, serta adanya pelatihan dan pembinaan guru yang konsisten.
Sekolah yang sehat akan terus meningkatkan mutu tenaga pendidiknya bukan hanya dari aspek akademik, tetapi juga aspek moral dan spiritual. Cermati apakah sekolah tersebut memiliki sistem penilaian guru yang objektif, apakah kepala sekolah aktif melakukan coaching atau mentoring, serta apakah sekolah terbuka terhadap masukan orang tua. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Negeri vs. swasta? fokus pada mutu, bukan status masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa sekolah negeri pasti lebih baik karena “gratis” atau karena lebih bergengsi. Padahal, kenyataannya kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh status negeri atau swasta.
Di Banjarmasin, banyak sekolah swasta yang telah membuktikan diri memiliki kualitas unggul, baik dari sisi akademik, pembinaan karakter, maupun pelayanan kepada peserta didik. Sekolah swasta juga umumnya lebih fleksibel dalam inovasi kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembiasaan ibadah.
Meski memang ada biaya yang harus dikeluarkan, perlu diingat bahwa pendidikan adalah bentuk investasi jangka panjang, bukan beban finansial semata. Investasi ini akan kembali kepada anak dalam bentuk nilai, keterampilan, dan integritas hidup yang akan berguna seumur hidup.
Akhir Kata
Memilih sekolah untuk anak bukan keputusan yang bisa diambil sekilas. Dibutuhkan pertimbangan yang matang, observasi langsung ke sekolah, serta dialog terbuka dengan anak. Libatkan anak dalam proses memilih sekolah agar mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar di tempat yang mereka pilih.
Ingatlah bahwa pendidikan adalah investasi yang hasilnya tidak selalu langsung terlihat. Namun di kemudian hari, anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia dan saat itu kita akan bersyukur bahwa kita telah memilihkan lingkungan pendidikan terbaik untuk mereka.
Selamat memilih sekolah terbaik untuk anak tercinta di Kota Banjarmasin. Semoga ke depan, mereka menjadi generasi yang membanggakan bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena akhlak dan kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa
Oleh: Syaifullah
Dosen FKIP Bahasa Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat dan Pembina Lembaga Pers Mahasiswa FKIP (LPM)
Dimuat di Radar Banjarmasin, 2 Juli 2025

