ULM Laksanakan Tes Jalur Tahfidz di Hari Kedua UTMBK 2025
Banjarmasin, 1 Juli 2025 — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan tinggi berbasis keunggulan religius dengan membuka jalur Tahfidz dalam rangkaian Seleksi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri 2025. Tes hafalan Al-Qur’an tersebut dilaksanakan pada hari kedua pelaksanaan Ujian Tulis Mandiri Berbasis Komputer (UTMBK), tepatnya pada Selasa, 1 Juli 2025.
Sebanyak 15 peserta mengikuti seleksi jalur tahfidz yang digelar secara khusus dan terpisah dari UTMBK berbasis komputer. Kepala Biro Akademik ULM menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani uji kompetensi hafalan yang mencakup aspek hafalan (30%), tajwid (25%), dan fasahah atau kelancaran membaca (20%). Selain itu, prestasi kejuaraan di bidang tahfidz juga turut diperhitungkan dengan bobot penilaian tambahan sebesar 20%.
“Semua peserta tahfidz juga mengikuti UTMBK seperti peserta jalur mandiri lainnya. Nilai dari tes hafalan ini akan menjadi tambahan poin terhadap hasil ujian mereka,” jelas Kepala Biro Akademik ULM, Nieke Rezeki Febriantie, S.E., M.M.
Peserta jalur tahfidz tetap harus mengikuti UTMBK yang terdiri dari 430 butir soal. Namun, hasil tes hafalan akan menjadi faktor penambah nilai untuk meningkatkan peluang kelulusan, terutama jika skor akademik peserta belum mencapai ambang batas (passing grade) program studi yang dituju.
ULM juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa tahfidz yang diterima. Mahasiswa dengan kemampuan hafalan yang mumpuni akan mendapatkan program pembinaan lanjutan dari pihak kemahasiswaan. Tahun sebelumnya, seorang hafiz dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ULM berhasil menjadi juara lomba qoriah tingkat nasional berkat dukungan pembinaan tersebut.
“Tahun ini, karena ULM menjadi tuan rumah MTQ Mahasiswa Nasional (MTQMN), maka peserta jalur tahfidz yang memiliki potensi akan langsung dibina untuk mewakili universitas,” jelas Feby.
Dengan dibukanya jalur tahfidz ini, ULM berharap dapat menjaring calon mahasiswa dengan kecerdasan spiritual dan akademik, sejalan dengan visi kampus sebagai institusi pendidikan tinggi yang inklusif, religius, dan berorientasi prestasi nasional maupun internasional.

