Mahasiswa ULM Raih Juara 2 Nasional dalam Lomba Tari NATARASA 2025
- Posted by Humas ULM
- Categories Prestasi & Opini
- Date 20 May 2025
Banjarmasin – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di kancah nasional. Ahmad Marzuki, mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, berhasil meraih Juara 2 Kategori Tunggal dalam ajang NATARASA Lomba Tari Kreasi Tradisi dan Modern Tingkat Nasional Tahun 2025.
Kompetisi bertajuk “Perpaduan Harmoni antara Tradisi dan Inovasi” ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Universitas Ahmad Dahlan. NATARASA menjadi ajang bergengsi tingkat nasional yang menggabungkan kekayaan budaya tradisional dengan sentuhan kreativitas modern. Proses perlombaan berlangsung sejak 25 Februari 2025 untuk masa pendaftaran, hingga pengumuman pemenang pada 13 April 2025.
Dalam kompetisi ini, Ahmad Marzuki membawakan tarian berjudul “Mamimbul Parei (Menanam Padi)”, sebuah tari kreasi tradisional yang berasal dari budaya Suku Dayak. Tarian ini menggambarkan proses bertani, khususnya kegiatan menanam padi, yang menjadi simbol kehidupan dan rasa syukur masyarakat Dayak terhadap alam dan hasil bumi.
“Melalui tarian ini, saya ingin memperkenalkan makna yang mendalam antara manusia dengan alam, serta menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Dayak begitu selaras dengan lingkungan sekitarnya,” ujar Ahmad.
Persiapan untuk perlombaan dilakukan dalam waktu sekitar tiga minggu, mulai dari penciptaan koreografi hingga latihan intensif. Dalam proses tersebut, Ahmad juga mendapat bantuan dari teman-temannya untuk mencari referensi gerakan tari yang sesuai. Namun, perjuangannya tidak mudah. Ia mengetahui informasi lomba pada pertengahan Maret, sehingga waktu persiapan menjadi terbatas. Salah satu tantangan lainnya adalah dalam hal properti tari, di mana ia harus mencari tas rotan hingga ke wilayah Anjir untuk melengkapi penampilannya.
Menariknya, kompetisi ini dilakukan secara daring. Setiap peserta mengunggah video penampilannya melalui akun YouTube pribadi. Hal ini menjadi tantangan sekaligus pengalaman baru bagi Ahmad.
“Saya merasa ini adalah pengalaman berharga. Selain bisa menampilkan karya, saya juga dapat menyaksikan beragam karya tari dari peserta lain dari berbagai universitas di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Meskipun tidak mendapat pendampingan khusus dari universitas, Ahmad tetap memberitahukan keikutsertaannya kepada pihak kemahasiswaan fakultas dan mendapat dukungan moril, terutama dalam bentuk penyebaran informasi video lomba agar memperoleh dukungan penonton.
Prestasi ini menunjukkan bahwa kreativitas dan semangat pelestarian budaya dapat menjadi jembatan menuju prestasi gemilang, bahkan di tengah keterbatasan. ULM bangga atas capaian Ahmad Marzuki dan berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengangkat kekayaan budaya lokal ke panggung nasional.

You may also like

