Rektor Hadiri Panen Raya Bersama Presiden Prabowo di Barito Kuala
Barito Kuala — Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Ray 15, Desa Panca Karya, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, bersama Presiden Prabowo Subianto secara virtual untuk memimpin Panen Raya Serentak di 14 Provinsi, Senin pagi (8/4/2025). Dalam acara ini, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya nasional mewujudkan ketahanan pangan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya swasembada pangan demi kedaulatan bangsa. “Kita harus bisa memberi makan rakyat kita sendiri. Kita punya lahan, kita punya petani hebat. Tinggal kita sinergikan semuanya,” ujarnya di hadapan para petani, pejabat daerah, dan undangan lainnya.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada capaian itu. Program strategis seperti cetak sawah, distribusi pupuk, teknologi pertanian, dan koperasi desa akan terus diperluas untuk mendorong kemandirian pangan.
“Saya ingin jadi Presiden yang berhasil menjaga harga pangan. Saya ingin rakyat kita menikmati protein yang cukup, harga yang terjangkau. Kita ingin desa punya gudang, cold storage, apotek murah, dan truk pengangkut hasil panen. Kita ingin petani hidup makmur,” paparnya.
Presiden juga menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya kepada seluruh petani Indonesia. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan produksi, dan menegaskan bahwa pemerintahannya akan berdiri bersama mereka untuk membangun masa depan pangan Indonesia.
“Kami bangga mengabdi kepada rakyat. Tidak ada panggilan lebih mulia daripada membela petani. Karena itu, petani harus dimuliakan. Harus makmur. Dan kami akan buktikan itu bersama-sama,” kata Prabowo.
Rektor menyambut baik kegiatan pada hari ini. Ia menekankan bahwa ULM, sebagai perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Selatan, siap bersinergi dalam pengembangan teknologi pertanian, riset, dan pendampingan petani.
“ULM punya peran strategis untuk menghubungkan dunia akademik dengan praktik lapangan. Kami siap berkontribusi dalam menciptakan pertanian modern dan berkelanjutan, apalagi di daerah kita sendiri,” ujar Prof. Ahmad.
Panen raya ini menjadi simbol semangat gotong royong antara pemerintah pusat, daerah, petani, dan dunia pendidikan. Kegiatan yang digelar serentak di 14 provinsi ini tidak hanya menjadi ajang panen hasil bumi, tapi juga panen harapan bahwa Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan.
Acara di Barito Kuala berlangsung meriah, dengan demonstrasi alat panen modern dan dialog langsung antara Presiden dengan para petani. Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti acara ini.





Previous post

