Inovasi Air Bersih Berbasis Eceng Gondok oleh Mahasiswa Ners ULM
Sungai Kitano, Kalimantan Selatan – Mahasiswa profesi Ners Universitas Lambung Mangkurat (ULM) 2024 mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Desa Sungai Kitano dengan program edukasi bertajuk SAHABAT AIR (Sadar Hidup Bersih dan Terjamin dengan Air yang Aman). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengelolaan air bersih yang efektif dan sederhana.
Kegiatan edukasi berlangsung di Kantor Desa Sungai Kitano pada Jumat, 29 November 2024, pukul 09.00 pagi. Acara ini dihadiri masyarakat desa, kader kesehatan, bidan desa, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar.
Enam mahasiswa profesi Ners ULM, yakni Basid Noor Anugrah, S.Kep., Akbar Muhammad Ilham, S.Kep., Halimah Assa’diah, S.Kep., Riska Amalia, S.Kep., Mia Erliani, S.Kep., dan Norsasmita, S.Kep., menjadi motor penggerak kegiatan ini. Mereka membawakan materi edukasi mengenai kebersihan lingkungan, penjernihan air menggunakan eceng gondok, dan pengelolaan sampah.
Beberapa materi yang disampaikan di antaranya:
- PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), masyarakat diberikan edukasi kebersihan meliputilangkah cuci tangan yang benar, menjaga kebersihan rumah, dan pencegahan penyakit seperti diare serta demam berdarah.
- Penjernihan Air dengan Eceng Gondok, yakni masyarakat diajarkan menggunakan eceng gondok untuk menyaring air sungai yang keruh. Tanaman ini mampu menyerap logam berat dan zat berbahaya, menghasilkan air yang lebih jernih.
- Pengelolaan Sampah, yakni peserta diajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik, serta mengolah sampah organik menjadi kompos untuk pertanian.
Pada kegiatan ini, mahasiswa memberikan demonstrasi penjernihan air menggunakan eceng gondok kepada masyarakat. Para mahasiswa memperagakan langkah-langkah memanfaatkan tanaman ini untuk membersihkan air sungai. Masyarakat yang datang pun terlihat antusias menyaksikan, bahkan mencatat dan merekam proses tersebut untuk diterapkan di rumah.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar salah satu warga.
Evaluasi kemudian dilakukan melalui kuis interaktif, di mana peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan hadiah, sebagai motivasi bagi mereka untuk meningkatkan pemahaman tentang materi yang disampaikan.
Bidan desa dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar mengapresiasi inisiatif ini. Mereka menyebut program SAHABAT AIR sebagai langkah nyata mendukung promosi kesehatan dan menjaga lingkungan hidup.
“Inovasi sederhana seperti penggunaan eceng gondok untuk penjernihan air adalah solusi praktis yang relevan untuk desa-desa,” ujar perwakilan Dinas Lingkungan Hidup.
Mahasiswa Ners ULM berharap ilmu yang mereka bagikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan budaya hidup sehat. Dengan edukasi seperti ini, Desa Sungai Kitano diharapkan mampu mengatasi tantangan kesehatan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.

