FEB Mulai Rangkaian Harlah Ke-66 Dengan Seminar International “Driving Towards Indonesian Golden Era’s 2024”
Banjarmasin – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) menjadi Fakultas tertua seiring dengan awal pembentukan Universitas Lambung Mangkurat pada Tahun 1958 silam. Fakultas ini dimulai hanya dengan 2 prodi yakni ekonomi umum dan ekonomi perusahaan lalu kemudian berkembang menjadi 9 prodi.
Gubernur Kalimantan Selatan dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan yakni Agus Dyan Nur, S.E., M.M., Ak, CA mengatakan bahwa FEB merupakan fakultas yang memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah dan nasiona. Sehingga diharapkan melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat melahirkan generasi-generasi cerdas, kreatif dan inovatif yang mampu bersaing secara global dan berkontribusi dalam memajukan perekonomian Kalimantan Selatan dan Indonesia.
FEB pada tahun 2024 ini telah memasuki usia ke-66. Untuk merayakan Dies Natalis FEB ke-66, panitia yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa FEB ULM menggelar HARLAH 66th yang dimulai dari acara Opening Ceremony pada Rabu (25/9/2024). Kegiatan yang dilaksanakan di Lecture Theatre FEB ULM ini menghadirkan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan yakni Agus Dyan Nur, S.E., M.M, Ak, CA, Dekan dan Wakil Dekan FEB ULM.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB ULM menyebutkan bahwa kegiatan HARLAH 66th ini diawali dengan kegiatan Opening Ceremony sekaligus Seminar internasional bertemakan Driving Towards Indonesian Golden Era’s 2024: Empowering Gen Z in Digital Preneurship and Economic Transformation. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ini hanya merupakan rangkaian acara HARLAH 66th yang nantinya akan diikuti dengan berbagai kegiatan lainnya seperti lomba-lomba dan bazar.
Dekan FEB ULM, Prof. Dr. Ahmad Yunani, SE, M.Si mengapresiasi kegiatan ini. Beliau merasa bangga atas dedikasi dan inisiatif yang dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa yang berusaha mewujudkan kegiatan HARLAH 66th terlaksana dengan baik. Beliau juga merasakan pentingnya pemahaman anak-anak Gen Z dalam mengikuti reformasi ekonomi yang selalu berubah dan bergeser ke arah digital.
“Proses dari fakultas ekonomi yang mulanya 2 prodi sekarang sudah ada 9 prodi,” ucapnya.
Sejalan dengan Ahmad Yunani, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan juga mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi sebuah solusi dari tantangan ekonomi di era globalisasi yang semakin kompleks dan dinamis dimana perubahan teknologi, pergeseran pasar, serta dinamika sosial menuntut kita semua untuk selalu siap menghadapi tantangan tersebut.
“Oleh karena itu, acara seminar internasional ini sangat relevan dalam memberikan wawasan baru dan memperkaya pemikiran kita mengenai perkembangan ekonomi global, strategi bisnis dan inovasi yang diperlukan untuk bersaing di tingkat Internasional,” ucap Agus Dyan.
Seminar internasional yang mengusung tema “Driving Towards Indonesian Golden Era’s 204: Empowering Gen Z in Digital Preneurship and Economic Transformation” berjalan dengan lancar dengan menghadirkan narasumber ahli di bidangnya yakni Prof. Dr. Abdelhak Senadjki dari Universitas Tuanku Abdul Rahman, Malaysia dan Syafriad, S.E, M.Ec., Ph.D selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalimantan Selatan. Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta yang datang dari berbagai Universitas di Indonesia baik secara offline maupun online ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan strategi dan pengembangan ekonomi global serta inovasi yang diperlukan di kancah Internasional.






