Genap Berusia 66 Tahun, ULM Adakan Ekspedisi Batang Banyu Kenali Potensi dan Rawat Tradisi Masyarakat Tepian Sungai
Banjarnasin – Pada tahun 2024, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terhitung genap berusia 66 tahun sebagai lembaga pendidikan yang menjadi bagian dari pembangunan Indonesia. Sebagai wujud rasa syukur telah mencapai usia ke-66 tahun, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar kegiatan Ekspedisi Batang Banyu dan Bakti Sosial yang diikuti oleh 11 fakultas di ULM.
Mengusung tema “ULM Hadir untuk Masyarakat”, kegiatan Ekspedisi Batang Banyu dan Bakti Sosial tersebut bertujuan untuk terus membangun kedekatan antara ULM dengan masyarakat, terutama yang hidup di pinggiran sungai. Selain itu, melalui kegiatan tersebut para civitas akademika ULM juga dapat melihat berbagai potensi yang ada di sepanjang batang banyu, seperti potensi pariwisata dan potensi perikanan.
Selain diikuti oleh civitas akademika ULM, kegiatan ini juga diikuti oleh Komunitas Batang Banyu Kalsel dan Polda Kalsel dengan total hingga kurang lebih 300 peserta. Pelepasan Ekspedisi Batang Banyu dan Bakti Sosial ULM dilaksanakan di depan dermaga Swiss-Bel Hotel Banjarmasin.
Terdapat dua rute yang akan dilalui dalam kegiatan ini. Kapal Induk akan berlayar dari Swiss-Bel Hotel ke arah Sungai Kalayan menuju ke muara, yaitu Sungai Barito. Adapun kapal pengiring bergerak dari Swiss-Bel Hotel ke arah Sungai Kuin dan akan bertemu dengan Kapal Induk di Sungai Barito. Selanjutnya, semua kapal akan bersama-sama berlayar menuju lokasi Bakti Sosial di Desa Balawang, Kecamatan Balawang, Barito Kuala.
Ada 5 (lima) kegiatan bakti sosial yang dilakukan di Desa Balawang, di antaranya:
- Pemeriksaan kesehatan secara gratis oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan;
- Pemeriksaan gigi dan mulut secara gratis oleh Fakultas Kedokteran Gigi;
- Pembagian dan penanaman bibit pohon oleh Fakultas Kehutanan;
- Pembagian 10.000 bibit ikan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan; dan
- Hiburan bersama masyarakat yang digawangi oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Istilah “Batang Banyu” digunakan dalam kegiatan ini karena istilah tersebut merujuk pada sosial budaya yang tumbuh, hidup, dan berkembang di sepanjang tepian sungai. Istilah tersebut dinilai sarat akan nilai-nilai kearifan lokal, terutama bagi masyarakat yang hidup di tepian sungai.
“Perumpamaan batang seperti sebuah pohon yang dapat dijadikan topangan saat lelah, sedangkan banyu merupakan sumber kehidupan. Jadi, istilah batang banyu menunjukkan bahwa sungai sebagai sandaran hidup,” sebut Daddy Fahmanadie, S.H., LL.M., Sekretaris Pelaksana kegiatan.
Kehadiran Ekspedisi Batang Banyu dan Bakti Sosial ULM Tahun 2024adalah merupakan sebagai ikhitiar dari ULM dan Komunitas Batang Banyu yangdi Pimpin oleh Prof. Dr. H. Hadin Muhjad, SH., MH untuk mengembalikan tradisitersebut dalam kehidupan nyata, sehingga filosofis Batang Banyuterujud dalamkeseharian masyarakat untuk dapat Kembali menjaga kelestarian sungai yang diistilahkan dengan Batang Banyu.






Previous post
ULM dan Pemkab Balangan Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Pengembangan Wilayah
Next post
