Gelar FGD dan Survei Penduduk Sekitar Lahan Mangrove, UPA LLB Himpun Potensi Alam dan Sosial
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 14 August 2024
Kotabaru, 12 Agustus 2024 – Unit Penunjang Akademik Lingkungan Lahan Basah (UPA LLB) bersama Tim Humas Universitas Lambung Mangkurat melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan survei sosial terhadap penduduk desa mengenai kawasan mangrove di Kotabaru pada 12-14 Agustus 2024.
Kegiatan ini dilakukan di 6 (enam) desa, yakni Desa Kemuning, Desa Tanjung Pelayar, Desa Tanjung Sungkai, Desa Tanjung Tengah, Desa Teluk Taminang, dan Desa Kampung Baru. Tujuan survei tersebut dilakukan yakni untuk mengidentifikasi potensi desa, melihat kondisi dan tantangan yang dihadapi tiap-tiap desa yang berada di sekitar kawasan mangrove.
FGD dilakukan dengan menghimpun pendapat dan berdiskusi dengan kepala desa, aparatur desa, dan tokoh-tokoh desa. Adapun survei dilakukan dengan melakukan diskusi bersama para warga hingga melakukan pengamatan (observasi) langsung terhadap aktivitas warga di sekitar desa.
Masing-masing desa tentu memiliki karakteristik dan kendala yang berbeda, terutama antara desa yang berada di darat dan pesisir. Salah satunya yakni Desa Tanjung Pelayar, yang terletak di pesisir pantai dan langsung menghadap laut. Lokasi desa yang sangat berangin mempengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat, mayoritas dari mereka bekerja sebagai nelayan, terutama saat musim angin barat.
Sebaliknya, Desa Kampung Baru, yang terletak agak jauh dari pesisir dan memiliki pemukiman yang lebih padat, menghadapi situasi yang relatif lebih mudah. Meskipun beberapa area di desa ini masih terdapat kawasan mangrove, kegiatan ekonomi warga cukup beragam – dari petani hingga karyawan perusahaan.
Salah satu kendala yang ditemui pada kegiatan survei yakni terkait komunikasi, di mana masih ada sebagian warga yang belum fasih berbahasa Indonesia, bahkan belum bisa baca-tulis. Hal ini menjadi catatan bagi tim UPA LLB untuk dapat melakukan pendekatan yang lebih inklusif dan adaptif dalam pelaksanaan survei lanjutan maupun implementasi program ke depannya.
Kegiatan survei dan FGD ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi lingkungan dan sosial di desa-desa yang berada di sekitar lahan mangrove yang akan dikelola ULM. Selain itu, melalui survei ini, ULM juga bisa mengidentifikasi tantangan yang harus diatasi untuk pengelolaan kawasan mangrove yang lebih efektif di masa depan. Hasil survei diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pengelolaan yang lebih baik dan peningkatan keterlibatan masyarakat lokal dalam pelestarian lingkungan.
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Koperasi Berkah Wasaka Mandiri telah mendapatkan Surat Persetujuan Komitmen Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada Hutan Produksi seluas ±611 Ha di Kabupaten Kotabaru. Surat tersebut diterbitkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia dan dicetak pada 8 Agustus 2024.
Terbitnya surat tersebut membuat ULM selangkah lagi untuk bisa menjadi satu-satunya universitas di dunia yang memiliki dan mengelola lahan mangrove. Adapun kegiatan tersebut dilakukan untuk menghimpun berbagai data yang diperlukan untuk merancang program-program terkait pengelolaan lahan mangrove ke depannya agar dapat bermanfaat tidak hanya untuk ULM namun juga penduduk di sekitarnya.












Previous post
PKKMB 2024: Rektor Pasangkan Jaket Almamater, Kapolda dan Danrem Beri Materi Pengembangan Karakter
Next post
Expo Kewirausahaan ULM, Bentuk Komitmen Pengembangan Potensi Kreatif dan Wirausaha Mahasiswa
You may also like

